Assessment (penilaian) merupakan hal yang populer dalam dunia pendidikan namun penggunaannya sering disalahartikan.

You might think of testing and assessing as synonymous terms, but they are not.

Tes (test) dipersiapkan sesuai tata cara, pada umumnya telah ditentukan waktu pelaksanaannya. Tes dilaksanakan sebagai salah satu bentuk penilaian atau sebagai bahan evaluasi.

Sedangkan, penilaian (assesment) dilakukan selama proses pembelajaran. Kapanpun siswa menanggapi pertanyaan, mengajukan sanggahan atau komentar atau mencoba mengemukakan hal baru, secara tidak sadar, guru membuat assessment (penilaian) terhadap siswa tersebut.

Tugas tertulis juga merupakan salah satu bentuk penilaian dimana semua orang dapat melihat dan menilainya (baik siswa itu sendiri, guru maupun temannya).

A good teacher never ceases to assess students, whether those assessments are incidental or intended.

-seorang guru tidak pernah berhenti melakukan penilaian terhadap murid-muridnya, baik secara kebetulan atau disengaja.

Tes merupakan bagian dari penilaian namun bukannya bentuk penilaian satu-satunya.

Setelah memahami makna penilaian dan tes tersebut, muncul sebuah pertanyaan:

Apakah guru selalu menilai siswanya? Apakah guru tidak membiarkan siswanya merasa bebas tanpa merasa dinilai? (Jika kita sebagai guru mengutarakan bahwa apapun yang terjadi di kelas akan dinilai, maka kemungkinan siswa akan merasa tidak bebas berekspresi dikarenakan apabila dia salah, maka akan berpengaruh pada nilainya)

Jawabannya tergantung pola pikir dan pemahaman guru. Untuk proses belajar mengajar yang baik, sebaiknya kita membiarkan siswa melakukan berbagai eksperimen atau bebas berekspresi selama hal itu berkaitan dengan proses pembelajaran mereka. Proses pembelajaran yang baik adalah apabila guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menyimak, berpikir, berdiskusi, mengambil keputusan, menentukan tujuan. Selama proses pembelajaran tersebut, guru mengamati siswa, bagaimana perbedaan pemahamannya sebelum dan sesudah belajar? Apakah lebih baik atau biasa saja? Apakah siswa mengeluarkan semua potensi yang ada? Bagaimana dengan siswa yang lain?

Bila digambarkan, posisi antara ketiganya, maka dapat disusun menjadi: Teaching => Assessment => Tests.

Dalam pengajaran ada istilah penilaian yang salah satu diantaranya berupa tes (ujian). Jadi, tes hanyalah sebagian kecil dari penilaian. Dan penilaian terjadi dalam setiap proses pembelajaran.

Diterjemahkan secara sederhana oleh Nurwahidah Ramadhani Waruwu dari tulisan H. Douglas Brown berjudul Assessment and Teaching.

Terimakasih sudah membaca 😊

Jangan lupa untuk like, comment, bookmark dan share ya.. 

Iklan