Saat pulang ke rumah, aku nemu buku 900 English A Basic Course, Book Two. Buku ini punya wakku. Terbitan tahun 1964. Dari kata pengantarnya, buku ini masih menggunakan metode audio-lingual. Metode Audio lingual dulunya sempat hits banget saat metode ini diterapkan pada militer dan saat itu pasukan termasuk kubu yang menang dalam perang dunia. Pernah dianggap sebagai metode terbaik untuk mengajarkan English as Second Language. Dulu.

English 900 is one of the basic instructional courses in the Collier-Macmillan English Program.

Masih ingat deh, dulu, saat SMA ada seorang guru yang memakai sistem ini. Jadi, saat itu kami les di sekolah. Khusus les bahasa Inggris, beliau akan nyuruh kami untuk fotokopi selembar materi reading dimana kami bakal disuruh baca teks itu berulang-ulang bergantian. Semua siswa dapat kesempatan yang sama untuk membaca kalimat. Lalu setelahnya, menjawab soal bersama-sama. Atau beliau ngasih conversation text gitu, kemudian disuruh praktek sama teman. Berulang-ulang. Sampe bosan.

Dulu rasanya kuno banget. Males. Namanya juga SMA, tapi ternyata saat-saat seperti itu aku rindukan setelah kuliah seperti ini.

Fyi, metode belajar seperti yang aku ceritain di atas merupakan salah satu bagian dalam mengajarkan bahasa Inggris ala metode audio-lingual lho.

Oke, pembukaannya sampe di situ aja. Kita lanjut ke tujuan awal.

image

Gambar di atas menunjukkan substitution drills, salah satu drill yng dipakai dalam metode audio-lingual.

Aneh nggak?

Dulu kelihatan aneh, kenapa ada kotak-kotak begitu yak? Dulu sebelum kuliah, mikirnya gitu, tapi kalo sekarang, bisalah ngasih praduga gitu.

Substitution drill artinya latihan mengganti (terjemahan literal ajalah ya).  Dimana kita bisa tahu kata/frasa/kalimat A bisa diganti menjadi B. Syaratnya, kalimat tersebut polanya harus sama.

Kenapa dikotakin? Mungkin biar seru aja liatnya. Atau biar hemat penulisan. Wkkwkwk

Yang pastinya drill ini didesain sebaik-baiknya oleh expert terdahulu.

Kalimat nomor 6.

6. Where are you going this afternoon?
Kemudian, pada bagian you, dibuat kotak yang isinya we, they, Mr. and Mrs. Brown. (Untuk lebih jelas, lihat gambar)

Kalo diuraikan, maka kita akan dapat 4 kalimat.

1. Where are you going this afternoon?

2. Where are we going this afternoon?

3. Where are they going this afternoon?

4. Where are Mr. and Mrs. Brown going this afternoon?

Oke, terus emangnya kenapa? Apa yang jadi masalah di kalimat itu?

Jawabannya nggak ada. Pengen bahas aja. Haha. Untuk nambahin entry di blog ini. Wkwkwk.

Kalau ditelaah, ternyata kalimat-kalimat di atas kaya lho. Ada beberapa fakta atau hikmah (cieileeh) yang bisa diambil darinya.

Fakta 1:
Kalimat ini menggunakan Simple Continuous/Progressive Tense.

Rumus Simple Continuous Tense ini adalah:
Subject + to be + verb-ing + Object/Compliment.

Tense ini menunjukkan sedang melakukan sesuatu saat ini. Kalo kita pengen nanya,

Mau kemana, bre?
Mau kemana, kalian?
Where are you going?

Mau ke kampus nih.
I’m going to campus.

Asik kan..

Fakta 2:
Kalimat di atas, kalimat pertanyaan. Pakai salah satu 5w+h question.
Jadi, rumus kalimat di atas:

Where + to be + subject/pronoun + verb-ing + adverb of time + ?

Haduh, liat rumusnya pening ya. Justru itu kenapa di substitution drill ini nggak dibahas rumus-rumus namun langsung ke contoh kalimat. Biar siswa langsung practice!

Fakta 3:
To be “are” dipasangkan dengan subjek seperti you, we, they, Mr. and Mrs. Brown. Nah, secara nggak sadar, drill ini juga mengajarkan kita bahwa you, we, they Mr. and Mrs. Brown itu sama. Sama-sama pake to be are.

Kalo misalnya subjeknya orang ketiga tunggal, seperti she, he, Helen, Alice, John, nggak pake are, tapi to be is.

Fakta 4.
Karena pertanyaannya pakai 5w+1h question jadi jawabannya harus jelas. Harus dijelasin apa yang ditanyakan.

Contohnya nih, ada tetangga kepo nanya ke pembantunya keluarga Brown.

Neighbor: Where are Mr. and Mrs. Brown going this afternoon?
(Tetangga: Mau kemana tuh mereka berdua sore-sore gini?)
Maid: They are going to have dinner at restaurant.
(Pembantu: Mereka mau pergi makan malam ke restoran. Kencan gityu deh.)

Terus si tetangga jealous gitu. Haha.

Bedakan pertanyaannya dengan:

Are you going this afternoon?
Mau pergi sore ini?
Jadi perginya?

Yes, I am. Atau No, I am not.
Ya, kalo jadi.
Nggak, kalo nggak jadi.

Pertanyaan barusan diawali to be, maka jawabannya cuma ya atau tidak.

Pusing?

Nggak dong ya, cuma gitu aja kan?

Aku baru sadar aja, betapa enaknya belajar pake metode audio lingual untuk awal belajar bahasa Inggris. Kita cuma dituntut praktek. Praktek biar jadi kebiasaan.

Kita fokus ke speakingnya. Pronunciationnya.

Menurutku, buku ini tetap asik dibaca walaupun metodenya ketinggalan zaman.

Masih banyak fakta lain dari kalimat di atas? Yuk, share di komentar. (Haha, kayak ada yang baca aja).

Terimakasih sudah membaca 😊

Jangan lupa untuk like, bookmark dan share ya.. 

Iklan