Aku seorang calon guru. Program studiku pendidikan bahasa Inggris. Kalau ditanya condong kemana, jujurnya bahasa Indonesia (karena bahasa ibu, sih. Jadi kalau baca buku sumber lebih mudah dipahami. Haha).
Kali ini aku ingin berbicara, guru apa sih yang sebenarnya paling aku hormati berdasarkan pengalaman pribadi?

Pertama: Guru yang menginspirasi.
Guru yang membuat jantung kita berdebar-debar oleh rasa senang dan ingin tahu. Guru yang membuat kita berpikir, “I want to be like that!”, “I want to solve it!” Guru yang membuat kita nggak sabar menerima pelajaran dan berdiskusi dengannya. Guru yang punya motivasi agar kita memahami pelajarannya. Pokoknya guru yang bikin kangen siswanya.

Kedua: Guru yang pintar/cerdas dari segi intelektual dan cara prnyampaiannya.
Guru yang dari perkataannya, perbuatannya sudah terlihat pintar. Guru yang banyak membaca dan kemudian menceritakannya ke siswa. Guru yang membuka cakrawala berpikir siswa. Lewat guru itu, kita selalu pengen tahu, pengen menggali dan mempelajari hal-hal baru. Dan guru tersebut ada di sisi kita, menemani kita.

Ketiga: Guru agama.
Yups. Guru agama itu sebenarnya mendapat posisi paling tinggi di hatiku. Seorang guru agama yang mampu mengetuk hati nurani, membuat kita merenung dan lewat pengajarannya kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita ingin semakin dekat dengan Tuhan.

Ketika semester 5, aku mendapati seorang dosen mata kuliah agama yang membuatku terpesona. Bagiku, cara penyampaiannya sangat halus dan menyentuh hati. Beliau membuatku makin sadar bahwa tidak ada keraguan sedikitpun akan Allah SWT. Pada Rasulullah. Pada Alquran. Pada hadits.
Beliau menerangkan dengan porsi yang sangat baik, antara logika dan perasaan. Sangat rasional. Sepanjang perkuliahan aku selalu menunggu beliau bercerita. Apapun yang beliau katakan kedengaran tidak sia-sia. Beliau berbicara sesuai porsinya. Tidak berlebihan. Baru kali itu, aku nyaris menangis ketika perkuliahan akan berakhir. Semoga Allah selalu melindungi beliau. Memudahkan segala urusannya. Aamiin yaa Allah.

Iklan