Karena setiap cerita punya sudut pandang masing-masing. Mengapa tak mengurainya menjadi beberapa keping?

“Apa yang kamu rasa belum tentu aku rasakan.”

“Apa yang kamu ingat belum tentu kenanganku juga.”

-Wawa

 


KEPING SATU

Sabtu, 1 Oktober 2016 pukul 15.15 wib

Siang itu, recent update BBM penuh dengan notifikasi mereka.

Olla mengubah tampilan gambar.

Siska mengubah tampilan gambar.

Linda mengubah tampilan gambar.

Raya mengubah tampilan gambar.

Emma mengubah tampilan gambar.

Vika mengubah tampilan gambar.

Vika memperbaharui status, “Thank you kesayangan. I love you.

Raya memperbaharui status, “Selamat Ulang Tahun, Vikakuu.”

Siska memperbaharui status, “Happy b’day Vika sayang.”

Beberapa teman mereka segera menge-ping Vika, turut mengucapkan selamat. Lainnya, sibuk mengomentari dan menyukai status dan gambar mereka.

“Ihh.. kompak banget kalian. Aku nggak diajak.”

“Kalian ngerayainnya dimana tuh?”

“Seruu. Pengen ikutan.”


KEPING DUA

Sabtu, 1 Oktober 2016 pukul 13.00 wib

Dua jam sebelumnya.

Pondok-pondok di fakultas tampak sunyi. Hanya beberapa mahasiswa yang duduk di sekitarnya.

Siska dan Raya baru saja selesai mengikuti kelas hari itu. Sebelum memutuskan ingin makan siang dimana, Olla berjalan terburu-buru ke arah mereka disusul oleh Linda.

“Kita di sini aja dulu ya.” Ucap Olla pada Linda sambil meletakkan bungkusan besar di bangku terdekat.

“Olla, Linda, kalian ngapain di sini? Baru selesai kuliah?” Sapa Raya pada mereka berdua.

“Eh, yaa ampun, ternyata kalian. Maaf ya, tadi nggak sadar ada kalian di sini.” Jawab Olla sambil tersenyum, “Nggak, kami baru ambil kado ni. Nungguin yang lain.”

“Eh, mereka gerak tuh. Ayok.” Linda meraih bungkusan tadi. Ia sedang menerima telepon.

“Oh iya ya, Vika ultah. Aduh, lupa ngucapin. Jadi, kalian mau kemana?” Siska menatap mereka berdua.

“Kami mau makan sekalian ngerayainnya sih. Ada tempat baru buka kayaknya asik di situ. Ikut yuk?.” Ajak Linda.

“Ahh, nggak enaklah.” Tolak Raya disambut anggukan Siska.

“Ih apaan coba. Kita kan temenan. Ayok ikut aja. Nggak apa-apa kok.” Olla menarik tangan mereka berdua mengikuti Linda yang berjalan ke parkiran lebih dahulu.

***

“Ayoo, buruan pesan. Laper nih.” Vika mengomel karena sudah menunggu cukup lama di kafe bersama Vika. “Oh ya, Raya, Siska apa kabar? Kok bisa barengan sama Olla dan Linda?”

“Sehat. Tadi kami jumpa di kampus. Diajakin makan, udah lama juga nggak ngumpul sama kalian, jadi ikutan deh.” Jawab Raya.

“Eh, ayok foto-foto sebelum makanannya datang.”

Mereka mulai berfoto-ria. Perlahan, semua pesanan makanan datang. Speaker di ruangan kafe tersebut mulai menggemakan lagu selamat ulang tahun. Para pelayan dan beberapa pengunjung ikut bertepuk tangan. Linda datang membawa kue disusul seorang pelayan membawakan beberapa balon berbentuk hati. Suasana kafe tersebut mendadak meriah. Vika terkejut melihat kompaknya semua orang di situ menyanyikan lagu untuknya.

“Mbak, tolong fotoin kita ya.” Emma yang sejak tadi menjadi fotografer dadakan tak mau melewatkan momen itu. Dia menyodorkan kameranya pada seorang pelayan.

Setelah beberapa jepret, Vikapun meniup lilin. Lalu mereka kembali ber-selfie menggunakan tongsis.

“Makasi yaa weee..” Mata Vika mulai berkaca-kaca.

“Apaan sih, nangis gitu. Lebay. Nihh, kado dari kita. Semoga suka ya.” Olla memberikan bungkusan yang mereka bawa tadi.

“Ihh.. so sweet..” Vika memeluk Olla.

“Udah, udah. Ayok kita makan dulu. Ntar foto dan peluk-pelukannya. Laper nih.” Emma merusak suasana dengan dentingan sendoknya.

Semua tertawa bersama.


KEPING TIGA

Senin, 3 Oktober 2016.

Raya baru bisa mengecek akun instagramnya setelah membeli kartu paket internet. Ia pun meng-upload sebuah foto. Ia tersenyum memandangi foto tersebut.

Tiga tahun lalu, mereka berenam merupakan teman satu kelas. Namun, setelah dua semester bersama, dirinya dan Siska dipindahkan ke kelas lain. Walau mereka jarang ngumpul, namun tetap akrab ketika berjumpa.

Raya melihat Vika meng-upload sebuah foto. Dirinya memegang kue, berdiri bersama mereka berenam.

“Terimakasih sayangku, my love! Kalian the best deh. Semoga persahabatan kita tak lekang oleh waktu. Love my love.”
#love #lovemoment #birthday #21

Tanpa ia sadari, Siska duduk di sampingnya. Siska menyodorkan handphone-nya. Ternyata ia menunjukkan beberapa tag foto Vika.

Raya menatap foto pertama yang di-upload oleh @Linda. Emma, Linda, Vika dan Olla saling memeluk. Vika memegang balon hati berwarna merah.

Happy birthday my lovely Vika. Love. Love. Love deh.”
#love #lovemoment #lovebestfriends

Raya men-scroll foto selanjutnya. Kali ini Olla, Emma dan Linda mencium pipi Vika.

“Semoga berkah umurnya. Olla sayang Vika. Olla sayang Love.”
#loveforever #love #lovemoment

Raya mulai menyadari sesuatu. Ia kembali melihat foto terakhir. Linda, Vika, Olla dan Emma memegang balon hati masing-masing sambil tersenyum pada kamera.

“Karena rasa sayang, kita bersama. Kita selamanya. Selamat ulang tahun Vika :* Semoga keinginanmu tercapai.”
#loveismybestie #love #Vika’sbirthday

Raya menatap Siska yang juga menatapnya. Mereka berdua sadar, hanya Vika yang mengupload foto mereka bersama. Mereka juga tahu, arti Love yang sebenarnya.


KEPING EMPAT

Akhir bulan Agustus 2016

Sebulan sebelumnya.

Olla mengundang Linda, Emma, Raya, Siska dalam percakapan di BBM.

Olla: Guys, bulan depan Vika ultah.

Linda: Ngerayainnya pas hari H ya, biar asik.

Emma: Kado apa nih? Siapa yang mau PJ-in kue?

Olla: Kemarin sih dia pengen helm gitu.

Emma: Iya, bener. Helmnya udah gadel banget.

Olla: Raya, Siska, aktif nggak sih bbmnya? Kok nggak respon ya.

Linda: Tungguin aja. Mungkin abis paket kali.

Emma: Yaudah, helm aja ya. Yang cantik. Warna pink.

Beberapa hari setelahnya.

Raya meninggalkan obrolan.

Linda: Eh, itu beneran di left chat ya?

Olla: Nggak tau, adek, kak.

Dua hari setelah Raya meninggalkan obrolan. Siska juga meninggalkan obrolan.

Emma: Itu seriusan di unchat????

Olla: Molla. (Nggak tau)

Linda: Kok gitu sih mereka? Mana nggak respon. Maksudnya apa coba?

Olla: Cinca molla. (Beneran nggak tau deh).

Linda: Huft.

Emma: Pfftt.

Linda: Laakk, kita yang pilih helm ya. Kepalamu kan sama besarnya sama Vika. Hahahhaa.

Olla: Kepala kami kecil ya.

Emma: Hahaha. Aku yang siapin kue.

Olla: Ok, Unnie (kakak). Love you.

Linda: Love you too.

Emma: Love you more, beibeh.

Iklan