2 November 2016

Topik kedua dari 30 Days of Writing Challenge yaitu: Write Something That Someone Told You About Yourself That You Never Forgot.

Hal pertama yang terlintas adalah perkataan yang nggak mengenakkan dari orang lain padaku, tapi rasanya aku nggak mau ngingat hal itu. Gimana ya?


-Dibilang pengeluh (?)

Saat kuliah dulu, pernah ada teman yang bilang aku ini suka ngeluh. Padahal, menurutku aku bukan mengeluh sih (karena aku selalu kena tegur di rumah tiap aku ngeluh, jadi aku rasa aku nggak biasa mengeluh). Jadi gini, kami sedang dengerin dosen ceramah. Tiap pertemuan, kuamati si dosen selalu menyalahkan pendapat mahasiswa lalu memberi penjelasan versinya. Menurutku, apa yang dikatakannya memiliki poin yang sama dengan yang mahasiswa ucapkan hanya saja pemilihan kata-katanya beda. Jika mahasiswa menjelaskan pake bahasa ringan, dia pake bahasa ilmiah beserta istilah-istilah linguistic sehingga pendapat mahasiswa itu terdengar dangkal. Saat mahasiswa lain menjawab dengan bahasa ilmiah, eh si dosen malah pake bahasa sederhana pake bilang si mahasiswa nggak perlu jelasin berat-berat, ntar yang lain nggak paham. Berasa lagi syuting film 3 Idiots. Nggak hanya itu, jika kami diam, dia bilang kami nggak bisa berpikir, nggak kritis padahal udah mahasiswa.  Jadi, sepanjang perkuliahan satu semester aku selalu mengomentari apa yang dikatakan si dosen dari bangku pada diriku sendiri. Nah, dia kebetulan duduk di sampingku dan langsung bilang, “Udahlah Wa, jangan suka ngeluh gitu.” Aku hanya mengerut kening lalu mulai menulis di buku tentang apa yang nantinya bakal kulakukan jika sudah jadi guru (yang tentunya nggak membuat siswa merasa serba-salah).


-Dianggap pembantu

Kalo sedang ngumpul sama teman, aku sering membersihkan bekas makanan kami dan membawanya ke dapur. Mungkin karena aku mudah dimintai tolong, mereka ngganggap aku pembantu yang bisa disuruh-suruh seenaknya. Aku juga sering jadi bahan ejekan. Awalnya lucu, tapi lama-lama aku ngerasa direndahkan. Ketika aku cerita sama mamakku, beliau bilang, “Yah, bukannya sebaik-baiknya manusia itu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?” Akunya nggak bisa bilang apa-apa. Konteks yang dilakukan mereka dengan yang mamakku katakan jelas berbeda, tapi intinya sama. Bagaimana aku memandang semua itu. Apa aku bakal terus-terusan marah karena ejekan itu atau aku bawa enjoy aja. Memang masih sering sedih dan nangis sih saat dihina seperti itu, tapi aku udah katakan juga ke mereka bahwa aku nggak suka hal itu. Kalo mereka nggak mau menghargaiku, ya aku juga nggak tahu sampai kapan bisa terus menghargai mereka. Aku berharap hubungan kami baik-baik aja sampe nanti.


-Didoakan yang baik-baik

Sejujurnya aku suka bantu orang lain, namun aku sulit minta bantuan sama orang. Mungkin karena takut ditolak, haha. Jadi, aku pernah melakukan sesuatu untuk orang lain dan tanpa kuduga mereka berkata hal-hal seperti: “Semoga Allah mempertemukanmu dengan laki-laki yang kamu inginkan ya, Wa”, “Semoga selalu bahagia ya, Wa”, “Semoga urusannya selalu Allah mudahkan,” “Semoga keinginanmu tercapai semua ya”, “Semoga sehat selalu dan murah rezeki.” Hatiku rasanya sejuk sekali tiap ingat hal itu, aku merasa disayangi, hihi.


Aku pikir tiga hal ini bisa menjawab tantangan di atas, dua momen nggak enak, satunya enak. Sebenarnya banyak sih tapi aku rasa tiga ini cukup. Namun, tiba-tiba aku ingat nasehat mamak. Jadi, aku ngerasa harus mencatatnya juga. Aku nggak mau melupakan hal-hal ini:

  1. Jangan tinggalkan salat, apapun yang terjadi.
  2. Jangan mudah marah.
  3. Jangan berharap pada manusia.
  4. Selalu lakukan hal yang baik-baik. Balaslah yang buruk dengan yang baik.
  5. Jangan sombong, hanya Allah yang memiliki sifat itu.
  6. Keluarkan perkataan yang baik.
  7. Selalu ingat Allah.
  8. Jangan sedih, Allah selalu bersama hamba-Nya.
  9. Jangan cepat menilai, terkadang kita belum mendapat pemahaman saja.
  10. Allah menyayangi kita lebih dari seorang ibu menyayangi anaknya.
  11. Empat kunci kebahagiaan: bersyukur saat diberi, bersabar saat diuji, minta ampun saat melakukan kesalahan dan melakukan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya

Ahh, air mataku banjir nih. Udah dulu ya. See you tomorrow.

Iklan