9 November 2016

Sekarang aku berusaha untuk nulis posting-an 30 Days of Writing Challenge sebelum sore hari. Kalo bisa sih di pagi hari, supaya setelah ini aku bisa lega mikirin dan ngerjain yang lain.yah, you know what I mean lah. Haha.

Jika kita ingin melakukan perubahan, lakukanlah perubahan-perubahan kecil. Perubahan kecil bisa dilakukan oleh diri sendiri dan tidak begitu bergantung hasilnya pada tindakan orang lain. Bagaimana cara untuk berubah? Sederhananya dengan mengubah kebiasaan. Kebiasaan merupakan pola-pola yang biasa kita lakukan ketika menghadapi situasi yang sama. Jika kita merespon satu hal dengan konsisten, itulah bibit terbentuknya satu kebiasaan. Kebiasaan ada yang baik dan yang buruk. Kebiasaan baik perlu dipelihara, kebiasaan buruk perlu dikikis hingga hilang. Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang gampang, karena bisa dikatakan itu sudah mendarah daging (sudah biasa, sudah sangat familiar). Namun, langkap pertama untuk  mengubah kebiasaan adalah dengan mengubah pola pikir terlebih dahulu.

Oke, aku barusan ngomong apa? Hahahaha. 

Lanjut aja ya. Hari ini aku harus post some words of wisdom that speak to you. 

Um, aku memaknainya sebagai ucapan/tulisan seseorang yang ngena banget di hati. 

Kenapa pas ada topik ini aku nggak begitu ingat banyak kata-kata menginspirasi? Kenapaaah?

Bicara tentang kata-kata bijaksana aku langsung teringat opa Pramoedya. Sebenarnya orang pertama yang kuingat itu mamakku, tapi di posting-an tentang perkataan tak terlupakan aku udah list ucapan-ucapan mamakku yang baik-baik. Jadi, aku memikirkan orang lain dan itu opa Pram (hei, siapa gue manggil dia opa). Wkwkkwk. 

“Menulislah sedari SD, apapun yang ditulis sedari SD pasti jadi.” -Pramoedya Ananta Toer

Yak, pertama kali aku baca quotes ini di goodreads, aku terhenyak. I feel it! I prove it by myself! 

Aku nulis dari kecil dan aku juga sering ngerasa, apa yang aku tulis (harapan yang baik-baik) alhamdulillah jadi kenyataan! Itu juga alasanku mempertahankan kegiatan menulis ini. Bagiku menulis ada cara menjaga kesadaran. Caraku menyimpan kenangan, menghargai ide yang tiba-tiba saja melintas di pikiran. Menulis juga bisa dikatakan kegiatan berbagi (hal bermanfaat pastinya).Dengan menuliskan hal-hal baik, kita secara tidak sadar mensugesti diri untuk melakukannya. Yaa, intinya ucapan opa Pram ini bener-bener make sense sama aku.

“Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramoedya Ananta Toer

Yaps.. rasanya bener-bener miris lihat orang-orang pintar yang tidak menulis. Yah, tapi itu bukan urusanku, hahaha. Aku setuju banget dengan quotes di atas. Boleh jadi saat ini aku hanya nulis remah-remah tapi siapa tahu di masa depan aku bisa nulis buku-buku bermanfaat (dan emang udah ada niat dan gambarannya sih, hihi setidaknya dalam bidang pendidikan). Nah, untuk tujuan yang besar yaitu menulis buku bermanfaat dan berkualitas bertema pendidikan, aku harus melatih diri dari sekarang. Banyak orang yang menganggapku remeh karena menulis di tengah kegalauan skripsi. Bisa-bisanya nulis blog, bukannya skripsi. Yaaa, aku tahu emang itu salah, tapi aku juga nggak bisa berdiam diri kan? Di saat aku kemarin masih buntu ngerjain proposal, lantas aku nggak boleh nulis yang lain? Aku menghargai ide yang tiba-tiba terlintas di pikiranku. Ide itu harus ditangkap! Kalo nggak dia bakal ngambek dan pergi gitu aja. Aku juga nulis blog (proyek #Blogger’sChallenges) untuk mengasah critical thinking dan meningkatkan kemampuan menulis kok. I’m learning. I’m reading to write it. I’m thinking. Alasan yang sama, sehingga aku memutuskan ikut nulis di 30 Days of Writing Challenge ini. Ups, curhat.

Nah, jadi untuk sementara,  itu dululah yang aku ceritakan. Ntar kalo ingat, aku tambahin lagi isi posting-an ini. Btw, untuk membaca beberapa kutipan lain, aku juga pernah nulis di kategori #Blogger’sChallenges di blog ini, seperti kebiasaan baik, nah, di situ bertaburan kutipan-kutipan dan juga bagaimana itu make sense sama perasaanku. 

Akhirnya, aku tak bosan-bosan untuk promosiin blogku. Kalian nggak perlu takut bongkar-bongkar isi blog ini yaaaah. Hihihihi. Akunya ikhlas kok. Ikhlas pake bangets. 

Iklan