Selamat malam!

Ini sudah tengah malam namun sepertinya aku nggak bisa tidur sebelum menuliskan cerita hari ini.

Yaps, seperti judul di atas, aku bakal cerita tentang pengalaman pertamaku mengikuti Durian Blogger Medan. 

Bagiku, kata ‘durian’ sangat eye-catching (karena aku suka banget sama buah satu itu) dan ternyata durian itu adalah akronim dari diskusi ringan. Jadi, Durian Blogger Medan itu merupakan diskusi ringan yang diselenggarakan oleh komunitas bernama Blogger Medan (BlogM). 

Sebenarnya, aku udah lama tahu BlogM dan Durian ini, namun baru hari ini berkesempatan hadir di acaranya.

Durian adalah acara rutin BlogM tiap bulannya. 

Awalnya aku di-mention mas Boy dan mas Arif di gambar @blogger_medan (instragram). 

Mas Arif udah pernah mengikutinya bulan lalu, jadi ketika dia daftar, aku ikutan (haha, supaya ada temen) dan ternyata Hera dan Dwita juga bisa ikut, akhirnya kami daftar dan pergi ke lokasi pertemuan bersama-sama. 

Untuk pendaftaran, kami harus klik link di bio instagram untuk langsung menuju blog resmi BlogM, di situ tertera instruksi untuk mengisi dokumen via Google.

Form pendaftaran durian

Saat registrasi, aku bertanya-tanya, “Eh, udah tersimpan nggak ya dataku?” Namun, aku tepis semua itu dan berpikir positif. Ternyata, malam H-1 ada satu sms masuk ke hp-ku berisi tentang konfirmasi dari pihak BlogM.

​Aku ngerasa ini suatu nilai positif dan aku dengan senang hati membalas smsnya (karena aku ingin menegaskan bahwa aku menghargai reminder mereka). 

Seperti yang udah terlihat di gambar, pertemuannya diadakan di kafe M. Avenue, komplek Multatuli Blok FF No. 18-19 di lantai 2. Registrasi dimulai pukul 16.00 wib. 

Sekitar pukul 4 sore kami sampai di kafe tersebut. Kami putuskan untuk setor muka dan isi daftar hadir terlebih dahulu lalu pergi ke mesjid (alhamdulillah lokasinya dekat dengan mesjid) untuk salat Ashar. 

Acara dimulai sekitar pukul 5 sore. Seperti acara pada umumnya ada dua host (cewek dan cowok) yang agak lucu. Mereka memperkenalkan diri, mengucapkan selamat datang di acara tersebut lalu setelah bercakap-cakap, akhirnya mereka memanggil pemateri yaitu bang Indra Halim.

Siapa bang Indra Halim itu? 

Sejujurnya aku belum pernah kenal beliau, haha. Kudet (kurang update) banget yak!

Jadi, setelah beliau memperkenalkan diri, ternyata beliau adalah founder @kulinermedan. Woooooowwwwwww. 

Bang Indra lalu bercerita sambil menampilkan slide-nya. @kulinermedan ternyata bekerjasama dengan negara-negara asing seperti Malaysia, Singapura, Thailand dsb.Di slide itu dicantumkan MarcopoloHKG, NeoPenang, Handpicked Korea, Hotels Singapore, dsb. 

Selain itu @kulinermedan juga jadi partner XL, GoJek, Bogasari, Lazada, Hotel Aryaduta, Global Tv, dsb. 

Tak hanya itu, @kulinermedan juga meraih banyak penghargaan seperti Techninasia, Tempo, Local News dsb. 

“Semua itu adalah hal yang wajar didapat setelah bekerja keras bertahun-tahun, semua dari nol,” ucap bang Indra, “nggak ada yang instan.”

Aku punya kesempatan untuk bertanya, jadi aku ingin tahu bagaimana awalnya dia berkecimpung di bidang kuliner dan apakah dia menyukai kegiatan menulis blog. 

Menurut penuturannya, ia memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap dunia kuliner sejak SMA. Dia ingin jadi chef, namun hal itu ditentang orang tuanya.Mengenai kegiatan menulis blog, memang sudah beliau minati sejak lama karena baginya menulis di blog merupakan sarana mencurahkan isi hati, uhuuk.

“Dulu belum ada master chef, jadi cita-cita seperti itu nggak laku. Jadi saya kuliah di bidang IT, karena IT itu punya masa depan yang cerah.”

Saat berkuliah di Australia, dia langsung mencoba untuk kerja sampingan di berbagai tempat makan seperti restoran.

“Selama kuliah sepertinya saya ngerasain kerja di 4 restoran. Jadi, saya mulai dari angkat-angkat piring, nyuci piring kotor, ikutin segala perintah atasan, ngerjain apa aja. Tapi semua itu dilakukan dengan senang.”

“Semua itu berawal dari passion. Kita harus tahu apa passion kita sebenarnya, sehingga kita bisa menentukan langkah selanjutnya.”

Aku jadi teringat dengan kalimat ini, “Do what you love, love what you do.”

Lakukan apa yang kamu cintai, cintai apa yang kamu lakukan.

Yaps, bener banget. Sesuatu yang datang dari hati dan dilakukan dengan sepenuh hati akan membuat kita bahagia!

Tak heran, dengan bekal pengalaman yang sangat banyak, ide-ide kreatif bermunculan di benak bang Indra dan semua itu pelan-pelan diwujudkannya seperti Lessaltdiet Medan, Ricco Pasta, Gelatobar, bahkan Paprika (aplikasi yang sudah terjual dengan harga yang lumayan). 

Setelah panjang lebar membahas passion, kami pun diajak untuk berpikir tentang Networking.

Kalo aku sendiri sih memaknainya sebagai channel, link, atau sederhananya jaringan, relasi atau teman. 

Networking itu harus dibangun sejak awal supaya memudahkan kita dalam meraih tujuan-tujuan yang ingin dicapai. 

Konsep networking inilah yang membuat bang Indra mampu melebarkan sayap usaha yang ia dirikan. Jadi, networking sangat penting!

Dalam slide-nya bang Indra mencantumkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun jaringan. Sendiri, datang, amati, pelajari, berbagi dan kolaborasi.

Sendiri, artinya, semua dimulai dari diri kita sendiri. Tentukan apa yang kita mau (passion). Lakukan hal-hal yang berkaitan dengan kesukaan kita tersebut. 

Datang, artinya, hadiri kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut sehingga kita menemukan orang-orang yang memiliki passion yang sama. 

Amati, artinya lihat hal-hal detail dari kegiatan tersebut, siapa saja yang berminat di bidang A, B, C, dsb.

Pelajari, artinya kita harus belajar dari berbagai narasumber dan pengalaman-pengalaman orang lain. 

Berbagi, artinya kita tak hanya mengambil manfaat dari orang lain namun kita juga bisa bercerita tentang pengalaman kita, diskusi akan memperkaya ide dan pengetahuan.

Kolaborasi, artinya setelah mendapatkan orang-orang yang sepaham, kita bisa membuat proyek-proyek kecil untuk dilakukan bersama. Hal ini juga bertujuan untuk memupuk kepercayaan. 

Banyak bangetlah yang kudapatkan hari ini.

Setelah presentasi dan tanya jawab dengan bang Indra, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan. 

Tiap-tiap peserta yang hadir menyebutkan nama, akun sosial media, alamat blog, passion, hobi dsb.

Ada beberapa hal yang membuatku sedikit nggak nyaman yaitu saat presentasi dilakukan, suasana agak riuh karena pelayan menyajikan makanan dan beberapa orang sibuk mengobrol. Namun, sepertinya hal itu dianggap wajar. Aku sendiri nggak bisa terlalu fokus (nggak fokus tapi posting-annya lumayan juga, haha).

Selain itu, aku juga ngerasa kayaknya pemegang akun sosial media @blogger_medan kurang aktif. Pasalnya, dalam acara tersebut ada livetweet, namun sepanjang acara berlangsung, mention nggak di-retweet dan akunnya nggak update gitu, hanya bang Indra (@indrahalim) yang retweet setelah beliau bisa duduk cantik.

Untuk makanannya, kami pesan paket gitu, jadi dengan uang Rp. 35.000 kami bisa menyicipi nasi goreng katsu dan es teh manis (kata pelayannya sih paket spesial). Kami juga dikasi satu kotak snack berisi risol Gogo. 

Di akhir acara kami berfoto bersama semua peserta lainnya. Tak hanya itu, anggota BlogM juga lumayan ramah untuk menyapa meja kami sehingga kami terlibat beberapa diskusi yang seru. Namun, karena kami perlu mengejar salat Magrib, kami pun meninggalkan lokasi tepat pukul 7 malam. 

So, untuk keseluruhan, acaranya ok. Katanya sih bulan desember ada Anniversary gitu, hmm, boleh juga nih kalo dibuka untuk umum. 

Hera, Bang Indra, Dwita, Aku (kiri ke kanan)

Aku, Dwita, Hera, mas Arif (kiri ke kanan)

Iklan