What three lessons do you want your children learn from you?

Topik kedua puluh satu di 30 Days of Writing Challenge bagus ya. 

Aku jadi senyum-senyum gitu ngebayangi nanti punya anak-anak yang lucu, imut, ngegemesin, baik budi baik hatinya terus dia nanya, “Ma, dulunya mama gimana? Mama suka aku kayak gimana?”

“Mama gimana ya orangnyaa.. kamu baca aja blog-blog mama, ikutin yang bagusnya, jangan tiru yang nggak bagusnya.”

“Iya, aku udah baca, tapi pengen dengerin mama cerita.”

Oke, jadi sebenarnya ada beberapa hal yang jadi kelebihanku dan sebelumnya aku udah pernah nulis di satu posting-an #Blogger’s Challenges tentang kebiasaan baik. Kalo nggak salah topik keempat. 

Di situ aku paparkan kebiasaan-kebiasaan baik yang kulakukan selama ini, ada 7 hal. 

Nah, aku rasa aku perlu nulis 3 hal selain dari ketujuh kebiasaan tadi (biar isi posting-annya beda).

Ini dia tiga hal yang aku ingin anakku pelajari dariku:

1. Suka mempelajari hal baru

Yaps, karena aku sejak kecil suka mengetahui hal-hal baru hanya saja ketika SMP aku pernah merasakan kesulitan dalam beradaptasi sehingga ada suatu yang hilang dalam 3 tahun tersebut. Pada dasarnya, Aku ini suka belajar banyak hal dan aku nggak menutup diri atas sesuatu (pernah sih, pelajaran matematika). Aku ingin anakku nantinya lebih baik dariku dalam hal memaknai pelajaran dalam hidup ini. Aku sih pengennya nanti punya banyak waktu luang untuk nemenin anakku belajar, membaca cerita-cerita bagus, berpetualang bersama dengannya, mencoba hal-hal baru sedari dia kecil, agar dia punya banyak kesempatan untuk melihat dunia luar. Aku ingin anakku think out of the box. Aku ingin dia menyadari fakta bahwa belajar itu menyenangkan dan hidup ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Aku juga pengen dia belajar agama dengan baik sejak kecil. 

2.  Berimajinasi dan jadi penulis

Di antara teman-temanku, mungkin aku bisa dikatakan sebagai penulis. Namun, sejujurnya aku belum ada apa-apanya. Imajinasiku masih cetek. Aku ingin anakku membaca lebih banyak dan tertarik untuk menulis lebih besar daripada aku. Dan aku akan memfasilitasinya untuk menulis, hihi. Ntar sejak kecil aku pengen dongengin dia dengan cerita-cerita bagus sehingga memicu kreativitas dalam dirinya. Menurutku, keterampilan menulis itu sangat penting, jadi aku pengen dia belajar nulis sedini mungkin supaya peluangnya untuk sukses dalam menulis lebih besar. Mungkin dia bisa jadi penulis sejak kecil, ya kan? Dengan menulis, dia bisa memandang dunia ini secara berbeda, karena menulis akan membuatnya berkelana ke banyak tempat yang nggak pernah dia bayangkan sebelumnya. 

3. Punya cita-cita dan semangat mengejarnya

Aku ini termasuk orang yang punya banyak harapan dan rencana hidup. Hanya saja aku kurang gigih dan terlalu plegmatis. Selama ini aku hidup dengan rasa nyaman dan aman sehingga aku nggak begitu kuat dalam mengeksekusi hal-hal tersebut. Walaupun begitu, aku selalu bersyukur dengan apa yang kupunya. Namun, aku ingin anakku bisa lebih baik dariku, selain jadi konseptor dia juga bisa jadi eksekutor yang baik. Aku yakin sih, dengan dukungan orang tua dan lingkungan yang bagus, dia bisa mencapai yang dia inginkan nantinya. 

Yakk, kira-kira tiga poin di atas itu bisa dipelajari anakku dariku. 

Sip, bicara tentang anak, aku jadi penasaran, ayahnya siapa? 

Suamikuuuuu, di mana dirimu? Hihihi

Iklan