A letter to someone, anyone.

Yaps, tantangan hari kedua puluh tiga dalam 30 Days of Writing Challenge sengaja aku tulis secepat ini, karena kuotaku rada nggak jelas.

Seharusnya kuotanya habis tanggal 22 November, tapi lewat tengah malam aku masih bisa update, jadi aku gunakan kesempatan ini untuk nge-post.

Sejujurnya aku lagi nggak ada niat untuk nulis surat pada siapa pun.

Aku sedang tidak dalam keadaan ingin bercerita ala surat-surat gitu, namun, karena tantangan ini harus kuselesaikan, aku terpikir seseorang.

Jadi, aku putuskan untuk menulis surat untuknya.

*

Untuk kamu, sahabatku.

Aku lupa bahwa dulu kita pernah begitu dekat. 

Yang kuingat bahwa banyak orang tak menyukaimu dan sikapmu memang menyebalkan.

Karena semua hal itu, perlahan aku mulai tidak begitu menghargaimu.

Walau tidak begitu kutunjukkan, mungkin kau pernah sakit hati karena sikapku yang kasar.

Mungkin juga tidak, karena kau cukup cuek untuk memikirkan hal seperti itu.

Aku merasa sering bicara yang nggak bagus tentangmu. 

Kau memang menyebalkan. Menyebalkan. Menyebalkan.

Namun jika aku harus akui, kau juga punya sisi baik. 

Hanya saja, manusia cenderung mengingat keburukan seseorang ketimbang kebaikannya.

Saat mengingatmu, aku jadi ngerasa jahat sendiri.

Nggak biasanya aku seperti itu.

Untuk itu, aku ingin minta maaf padamu.

Dari lubuk hatiku yang terdalam.

Aku menyesal telah menunjukkan sikap tidak suka padamu.

Yah, aku harus ingat yang baik-baik saja tentang orang-orang di sekitarku.

Toh, sebenarnya kau cukup baik padaku, walau sering menyebalkan juga. 

Jadi, semoga saja pesan ini kau baca. 

Kalau tidak, aku juga sudah titip salam lewat temanmu, haha.

Toh, kalau kita bertemu, kita pasti saling caci mencaci lagi, wkwk. 

Satu lagi, tolong ya kalau bertemu, kau jangan bersikap menyebalkan. 

Karena kau selalu membuatku ingin membogem wajahmu, haha. 

Iklan