Haha. Untuk keempat kalinya aku telat posting di #Blogger’sChallenges. 

Alasan kali ini, karena aku depresi banget mikirin topiknya, yaitu: ceritakan tentang anak Indigo dan refleksi ke diri sendiri.

Yak, tantangan ini diberikan Dwita. Sebelum cerita, aku mau share dulu topik yang sudah dikerjakan dalam kegiatan #BC ini. 

(Supaya manjangin post, haha)

1. Dwita: Dinamika malam minggu

2. Arif: Krisis kepercayaan

3. Boy: Rencana 5 tahun ke depan

4. Wawa: 7 kebiasaan baikmu

5. Nadya: Cinta pertama pada lawan jenis

6. Dwita: 20 fakta menyebalkan tentangmu

7. Arif: Andai aku walikota Medan

8. Boy: Ceritakan alasanmu menulis 

9. Wawa: Penulis Favoritmu (minimal 3)

10. Nadya: Ceritakan tentang fiksi terliar yang pernah kamu tulis/niat utk dituliskan 

11. Evaluasi kegiatan BC

12. Lusty: Bagaimana kita memandang keberadaan hewan yang hidup berdampingan dengan kita (merefleksikan keberadaan hewan, bagaimana kita menghargainya dsb) Hewan: teman atau lawan?

13. Amru: Alasan Cewek/Cowok Nolak Jadian

14. Dwita: Fobia

15. Arif: 3 Genre yang disukai serta alasannya

16. Boy: Tips Bahagia ala kamu

17. Wawa: Permasalahan pendidikan di Indonesia serta solusi konkret darimu (minimal 3 masalah)

18. Nadya: Ceritakan tentang kepribadian ganda

19. Lusty: Cerita mistis waktu kecil

20. Amru: Game pc/hp favorit (minimal 3)

21. Dwita: Ceritakan tentang anak Indigo

22. Arif: Rindu (minggu depan)

Oke, aku lanjut deh ke pembahasan indigo lagi.

Dari artikel-artikel blog yang kubaca hasil pencarian Google, aku nggak ngerti konsep indigo ini. 

Karena nggak ngerti, aku takut salah nulis. Jadinya, aku nggak bisa banyak cakap kali ini, haha.

Aku nggak tahu anak indigo itu ada atau nggak. Indigo sering dikaitkan dengan seseorang yang punya cakra nila, bisa melihat makhluk gaib, memindahkan benda ataupun melihat masa lalu dan masa depan. Hampir semua ciri itu sulit dipercaya. 

Saat aku cari tahu bagaimana cara mengetahui seseorang itu indigo, rata-rata artikel hanya menjelaskan ciri-ciri anak indigo yang, umm, nggak ilmiah banget. Maksudnya, kalo seseorang pintar tapi sering memberontak, nggak suka dikekang, punya empati yang besar, punya intuisi tinggi, melihat sesuatu yang nggak biasa dilihat orang lain, apakah kita langsung bisa katakan dia indigo? 

Di antara bacaan tersebut, ada beberapa artikel yang membuatku merinding. Hal ini berkaitan dengan sudut pandang indigo dari agama Islam.

Bahwa, indigo itu bukan suatu keistimewaan, justru gangguan dari jin dan setan. Artinya, jika anak-anak punya beberapa kali pengalaman ‘aneh’ (biasanya melihat makhluk gaib), kita perlu lebih memperhatikannya dan mencari solusinya, karena dia sedang ‘diganggu’. 

Indigo juga sering dikaitkan dengan dunia ramal meramal di mana bagi orang Islam, itu adalah ciri kemusyrikan. 

Selain itu, ada juga artikel yang ditulis Gina, yang mengaku sebagai anak indigo, bahwa ketika dia ingin mendekatkan diri pada Tuhan, tubuhnya lemas tak berdaya, seolah ada kekuatan yang mencegahnya untuk dekat pada Tuhan. 

Jika kita merasa indigo itu wow.. maka orang-orang yang merasa dirinya indigo justru kebanyakan merasa tidak enak dan ingin terbebas dari hal itu. 

Jadi, kesimpulan dariku, mungkin memang ada orang yang punya kemampuan seperti itu, namun aku secara realistis tidak mau memikirkannya, demi kebaikan diri dan agamaku. 

Iklan