Haaaaai my sweet readers!

Di postingan kali ini aku pengen nulis tentang tips ngerjain outline skripsi.

Kalo kamu nyasar di postingan ini, artinya kamu sedang siap-siap mau ngajuin outline demi dapetin gelar sarjana. Hahhaa. 

(Sebenarnya nggak juga sih, sotoy aja akunya)

Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan juniorku di kampus.

(Eciee, senior, wkwkwk)

Jadi, dia baru selesai PPL (Program Pengalaman Lapangan) dan mulai mikir untuk ngajuin outline. 

Nah, karena kami ini konco di organisasi dan sering diskusi bareng, dia jadi pengen nanya-nanya gitu sama akunya. Mau nggak mau aku harus ingat kenangan masa lalu (sebenarnya masih sampe sekarang sih) yang rasanya pahit sekali, but, that’s okay lah. 

Oh ya, sebelum aku jelasin panjang lebar, aku mau ngasih tahu aja ke kamu kalo yang kutulis ini berdasarkan fakta ngajuin outline tahun ajaran 2015/2016 di program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan. 

Ingat ya, prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan. Kabar paling update-nya, haha.

Kenapa aku wanti-wanti ke kamu?

Ada dua alasan utama:

Pertama, supaya kamu nggak ngerasa ketipu sama judul postingan aku. Walaupun general, tapi tiap kampus, fakultas, jurusan bahkan prodi punya aturan berbeda perihal ini. 

Kedua, supaya kamu yang cocok dengan postingan ini bisa bener-bener pay attention sama apa yang aku tulis. Mungkin kamu bisa bookmark postingan ini di browser hpmu atau bahkan follow blog ini pake email atau akun blogmu (promosi, LOL, ckakakkaka)

Yuk, aku lanjut.

OUTLINE

Out artinya keluar. Line artinya garis. Jadi, outline maksudnya keluar dari garis. Wkkwkwkwkkwk.

(Becanda, haha)

Aku juga nggak pernah bener-bener tahu outline itu apa dan nggak pernah pula riset di Google tentang hal itu. Yang aku tahu, outline di prodi kita bisa dianggap sebagai acuan dalam pembuatan skripsi nantinya. 

Jadi di dalam outline itu ada garis-garis besar yang membuat kita tahu skripsi ini mau dibawa kemana. 

Aku nggak akan bahas outline yang bagus seperti apa, teori atau stepnya harus gimana. Aku lebih menjelaskan teknis dan pengalaman yang aku rasakan kala mengerjakan, mengajukan hingga acc outline di prodiku.

Format outline ini beda-beda tapi khusus prodi kita, ada aturan jelasnya yaitu:

1. Title:

2. Rationale:

a. Why the problem is problematized supported by empirical data:

b. Current isu:

c. The significance of the study:

3. Related theories:

4. Research Methodology

5. References

1. Title 

Title artinya judul. Judul yang mau kita ajukan. Judul ini merepresentasikan isi skripsimu nanti. 

TIPS: Judul harus efektif! Anti-mainstream dan nggak mengundang kontroversi.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi aku dan teman-teman sih. Jadi, saat pengumuman outline di jurusan, banyak banget yang kena revisi. Baik judul maupun isinya. 

Yah, kalo isi direvisi pastinya berkaitan dengan permasalahan, teori dan daftar pustaka yang dicantumkan. Tapi kalo outline-mu disuruh perbaiki hanya karena sedikit kesalahan di preposition atau word order, sakitnya tuh syalalallaa. 

Nih aku paparkan sedikit contoh kasus ya.

Kemarin banyak yang bermasalah karena buat The Analysis of…. (maksudnya, kalo kamu mau nganalisis sesuatu, nggak perlu lagi dicantumkan analysis of, langsung ke sesuatu yang mau diteliti itu, katanya mubazir kalo harus pake The Analysis of). 

Selain itu direvisi karena salah gunain preposition for, in, on, by dsb. 

Oh ya, kemarin ada juga temenku yang ambil judul Readability, kira-kira judulnya Readability of Reading Text blablabla.. dan reading text-nya dicoret, karena katanya Readability itu sendiri udah menjelaskan keterbacaan teks reading, jadi nggak perlu cantumkan reading text-nya lagi. Okelah, bisa terima. Tapi kamu jangan terkejut kalo temenmu yang sama-sama ngajuin judul seperti itu (beda buku dan tingkat siswa) dan diterima. Hahaha. 

Kalo kasusku sendiri, kemarin aku ngajuin Error Analysis. Jadi judulnya itu An Error Analysis in Descriptive Text Written by Grade 10 Students of SMA Blabla. 

Pas outline dibalikin, judulku dicoret bagian An Error Analysis terus diberi saran untuk ganti An Error Analysis itu dengan Assessment of.

Jadi, inti penting judulku di ganti. Ya, artinya ganti judul dan ganti teori. Wkkwkwkwkwkkwk. 

Pas aku tanya kenapa nggak dikasi An Error Analysis, jawabannya sederhana, “Karena penelitian EA itu mainstream banget. Udah nggak boleh lagi sangkin banyaknya. Dan assessment itu belum ada.”

Terus, aku bilang gini, “Tapi, ada beberapa teman lain yang ngajuin EA juga dan diterima.”

Jawabannya kira-kira begini, “Jangan lihat orang lain. Mereka ya mereka, kamu ya kamu. Di lembar itu kamu diminta ganti jadi assessment kan, ya dikerjakan aja yang itu.”

Akupun berusaha terima kenyataan. Walaupun ada teman lain yang dibolehin neliti EA tadi. 

Intinya, hindari memilih judul yang mainstream atau kontroversial. Kamu perlu cari tahu judul apa aja yang haram, semi haram, dan nggak haram. Error Analysis, The Effect of dan Improving bisa dikategorikan haram dan semi haram.

Kamu harus cari judul yang masih sedikit dan prestise serta nggak ribet. 

Mengenai judul ini kamu harus sering-sering cek skripsi di perpustakaan. Dua tahun lalu, Readability itu masih prestise banget, dikit yang neliti itu, tapi di angkatanku banyak banget yang ambil itu. Sampe tumpeh-tumpeh. Developing reading material dan analysis reading material juga udah banyaaak banget. 

Aku nggak bilang bakal ditolak, aku hanya bilang udah banyak. 

Kalau yang masih dikit, ada assessment, testing, discourse analysis, classroom interaction (khususnya reward and punishment), coherence and cohesion, HAHAHHAA.

Selain itu kamu perlu banyak-banyak konsul sama beberapa dosen gaul seperti ketua prodi dan dosen-dosen penelitian. Kira-kira judul apa yang “tempting” “interesting” dan nggak bakal ditolak sama dosen maupun jurusan. 

Kalo kamu nggak akrab sama dosen, akrabin diri deh, demi skripsimu lancar jaya! Oh ya, dosen pembimbing akademik juga bisa diandalkan untuk diajak diskusi.

2. Rationale:

Bisa dibilang bagian ini merupakan ringkasan dari bab 1 kamu nanti. Jadi, kalo bisa sih kamu jelasin sejelas-jelasnya berdasarkan permasalahan yang terjadi, jangan dikarang-karang kali. Soalnya, ada beberapa dosen yang minta kita jelasin apakah itu berdasarkan preliminary research (riset kecil-kecilan misalnya kejadian pas PPL atau ngajar) atau fiktif belaka.  

a. Why the problem is problematized supported by empirical data:

Di sini jelasinlah kenapa penelitian itu kamu lakukan. Apa sih dasar masalahnya. Nah, jangan lupa harus ada empirical data ya.

b. Current isu:

Isu yang hangat dibahas seputar itu. Yang bener-bener masih kejadian di kelas sampe saat ini.

c. The Significance of the study:

Manfaat apa yang dihasilkan dari penelitianmu nantinya. Biasanya sih meliputi manfaat si peneliti itu sendiri, institusi, guru dan peneliti lainnya. Itu semua tergantung judulmu.

3. Related Theories

Berisi teori-teori yang bakal kamu pake. Teori yang support penelitianmu.

4. Research Methodology

Kalo kita sih biasanya descriptive qualitative bagi yang analysis dan research & development kalo developing.

5. References

Isunya harus buku-buku tahun 2000-an dan minimal 5 jurnal kredibel. Ingat, apapun yang dikutip harus dicantumkan sumbernya.

Nah, udah jelas kan mengenai isi outline itu? Kalo ada yang kurang jelas kamu bisa konsultasi ke beberapa senior dan dosen-dosen. Ingat, beberapa ya, bukan terpaku pada satu orang aja.

Kemudian aku mau kasi sedikit tips lainnya.

TIPS 1: Jangan pernah tunda ngajuin outline

Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib ngerjain outline secepatnya tanpa ditunda-tunda.

Pertama, karena semakin lama kamu ngajuin outline, semakin lama kamu dapet PS (pembimbing skripsi). 

Kedua, kamu harus cepat supaya bisa heboh bareng-bareng teman. Ya, kalo kamu lama-lama, ntar yang lain udah tinggal nunggu PS, kamunya ngerasa tertinggal. Jadi nggak semangat, ngerasa nggak punya temen berjuang. Ngerasa nggak ada yang bisa diajak diskusi. 

Ketiga, kamu harus berburu judul. JUDUL ITU NGGAK GAMPANG DICARI. Eh, sebenarnya yang dicari itu masalah sih, tapi yah, karena permasalahan pendidikan Indonesia banyak banget, jadinya dari judul juga bakal keluar masalahnya, hahahha. Dan kalo kamu cepat ngerjainnya, kesempatan judulmu ditolak atau diperbaiki makin kecil. Masalah juga ini penting banget, soalnya berlaku hukum siapa cepat dia dapat!

TIPS 2: Banyak nanya

Ya, ini salah satu modal penting saat kamu mau ngerjain skripsi. Harus banyak nanya dan diskusi karena informasi sudah jadi milik individu. Kamu jangan berharap bakal ada orang-orang baik hati yang mau ngasi tahu kamu bocoran informasi. Mereka harus ditanya! Kalo nggak nanya ntar kamu nyasar sendiri. 

Terkadang ada orang yang tahu banyak tapi nggak ingat untuk ngasi tahu orang lain. Ada orang yang pelit informasi. Ada yang memang lupa. Nah, jadinya kamu emang wajib sering-sering nanya, ntah itu di grup kelas, ke orang-orang secara pribadi terutama yang sering ke kampus atau gudang informasi. Pokoknya jangan lelah mencari informasi. 

Sakit lho rasanya pas kita nggak tahu terus ada yang bilang, “Nggak nanya sih,” “Oh iya, aku lupa ngasi tahunya,” atau, “Aku kira kamu udah tahu.”

Meskipun ntar kamu bakal menghadapi itu, tapi ingatlah, dalam skripsi, emang harus kita yang aktif mencari informasi. 

TIPS 3: Sering baca jurnal, buku dan skripsi orang. 

Kalo udah masa skripsi, tiada hari tanpa membaca, bre! 

Bacaanmu menentukan kualitas tulisanmu dan meningkatkan ilmumu!

Aku pribadi sering banget ngerasa terkejut saat iseng-iseng baca buku atau jurnal terus ngerasa, “Aduh, kenapa pas kuliah kemarin sama sekali nggak baca ini. Kenapa aku baru tahu ini? Kenapaaaa? Seandainya.. seandainya..”

Baca skripsi orang bukan untuk dijiplak tapi untuk mendapatkan gambaran. Kamu juga perlu analisis kecil-kecilan, apa perbedaan dari skripsi A, B, C ,D dan E. 

Kalo lagi nyusun outline aku sarankan perhatikan kalimat yang dipilih mereka sebagai judul, teori dan permasalahan yang diangkat. 

TIPS 4: Sediakan 3 judul

Ada dosen PA yang minta kita buat beberapa judul dulu baru dikasinya pertimbangan, ada yang lngsung nyuruh buat outline, ada yang acc aja apapun yang kita buat. Haha. Tapi sebaiknya siapkan 3 judul, jadi seandainya ditolak, kmu punya judul cadangan.

Sipp.. Panjang banget ya postingan ini? Sebenarnya pengen aku pecah, tapi nggak apalah.

Sebelum mengakhiri postingan ini, aku mau cerita tentang situasi saat aku ngajuin judul sebagai tambahan informasi untuk kamu. 

Bulan Desember 2015, selesai ngasih laporan PPL kami masuk tahap ngajuin outline. Jadi, temen-temenku mulai sering ke kampus dan perpustakaan untuk ngerjain outline. Kemudian, jurusan mengadakan seminar yang membahas Roadmap Research tahun itu. Di bulan Januari, rata-rata temanku udah ngajuin outline ke jurusan. 

Aku sendiri baru ngerjain outline bulan Januari itu, hehe. Kendalanya? Galau mau judul apa, wkkwk. 

Setelah baca beberapa skripsi dan buku, aku memutuskan untuk ambil EA karena aku ngerasa dalam menulis siswa sering salah di grammar-nya dan guru hampir nggak pernah ngoreksi tulisan mereka. Jadi guru terkadang ngasi tugas siswa untuk menulis namun setelah selesai ya nggak dikoreksi. Efeknya siswa jadi sepele dalam menulis dan tulisan mereka nggak berkembang.

Setelah itu aku konsultasi sama dosen PA dan beliau nanya alasanku mau meneliti itu dan apa manfaatnya? 

Kuceritakanlah permasalahanku dan  salah satu manfaatnya yaitu sebagai data untuk guru agar tahu kelemahan siswa di materi apa (karena guru terlalu sibuk ngecek tulisan satu per satu siswa). 

Dosen PA-ku pun setuju dan ngasi tanda tangannya. Akupun memasukkan Surat Pengajuan Outline (yang berisi nama dan identitasku, judul serta ttd PA, formatnya udah ditentukan jurusan) dan 3 halaman outline di dalam sebuah map dan menyerahkannya ke petugas Tata Usaha. Aku diminta menulis nama dan beberapa data sebagai bukti telah menyerahkan outline. Aku nyerahkannya tengah bulan Februari, hehe. Syukurnya outline-ku diproses bersamaan dengan teman-temanku yang sudah ngasi sejak bulan Januari, wkwkwk. Bisa dikatakan gelombang pertama. 

Beberapa hari setelah aku memberikan outline, jurusan mengadakan rapat sesama dosen pembimbing skripsi untuk membahas tentang judul-judul kami. Apakah ditolak, direvisi atau diterima sekaligus menentukan dosen PS-nya. 

Kalo nggak salah, akhir Februari pengumuman outline. Masing-masing mahasiswa minta lembar berita acara ke petugas TU. Sedihnya harus revisi. Akupun diskusi sama ketua prodi tentang judul baruku, assessment dan yah, mau nggak mau harus perbaiki supaya dosen PS-ku keluar. Fyi, sebenarnya saat itu aku emang udah punya PS, tapi nggak dikasih tahu sebelum aku selesain revisiannya. 

Akupun cari teori baru, buat masalah baru, dsb. Lalu kembali mendatangi dosen PA untuk minta ttd-nya. Nyerahin Surat Pengajuan Judul, Lembar Berita Acara (yang berisi coretan dan saran outline tadi) dan Outline baru. Sekitar seminggu kemudian aku cek di TU dan judulku yang Assessment itu di acc. Aku baru boleh nanyain siapa PS-ku dan alhamdulillah mereka baik, hehe. Setelah itu aku langsung buat surat tugas dosen di TU. Nunggu beberapa hari, setelah surat tugas datang, akupun mendatangi dosen PS-ku dan mereka bilang, “Kerjakan aja.”

HAHAHHA.

Kalo pengalaman temanku, banyak dari mereka yang dosennya minta mereka ganti judul lagi. Wkwkwkkw. 

Jadi, kesimpulannya bersungguh-sungguhlah menentukan judul supaya nggak perlu revisi di jurusan. Namun jangan terlalu terpaku dengan judulmu karena walaupun di acc jurusan, bisa aja dosen PS-mu nggak mau dan minta kamu ganti. Wkwkkwkwkwk. 

Ada rumor yang beredar kalo bahasa Inggris itu agak lama tamatnya. Um, itu nggak perlu dipikirkan yang penting usaha aja.

Memang tahun kami terbilang agak lama prosesnya terutama di outline dan pengumuman PS (yang baru diumumkan bulan Maret 2016 padahal di jurusan lain sebelum PPL (Agustus 2015) banyak udah dapet PS, acc judul bahkan nyiapin bab 1-3. 

Ada beberapa alasan sih, seperti pergantian ketua prodi, akreditasi program studi, sistem penelitian yang baru disesuaikan dengan kurikulum (tahun 2015 KBK-KKNI mulai dibahas serius), dosen PS, akreditas kampus dsb. Tapi itu semua hanya asumsi pribadiku (soalnya aku nggak wawancarai pihak terkait).

Nah, untuk tahun ini, sepertinya jurusan dan prodi kita sudah stabil, jadi mungkin prosesnya bakal lebih cepat. 

Pokoknya kerjakan aja yang bisa dikerjakan.

Akhir kata, jangan tunda ngerjain outline supaya kamu cepat dapat PS. Dan setelah dapat PS barulah perjuanganmu dimulai. 

Terima kasih sudah membaca.

 Kalo kamu suka tulisan ini silakan like. 

Kalo isinya bermanfaat silakan share. 

Kalo kamu suka aku dan tulisanku jangan ragu follow. 

Kalo ada yang mau ditanyakan, silakan komentar, namun aku nggak janji bisa memuaskanmu, tapi aku bakal berusaha bantu. 

Iklan