Selamat malam para pembaca!

Malam ini aku senang banget lhoo. Pas aku lagi ngerjain conceptual framework untuk proposal tercinta, ada satu email masuk di hp. Dari Divisi Membership BBI. Aku langsung down gitu, dalam hati aku berkata, “Nanti ajalah dibuka takut mood ngerjain proposal jadi hancur, nggak sanggup baca pemberitahuan untuk nunggu daftar di kesempatan selanjutnya.”

Akupun menulis paragraf proposal sedikit demi sedikit. Bentar-bentar lirik hp, “Buka nggak yaa?”

Setelah menahan diri selama beberapa menit, akupun menghela nafas, berhenti mengetik lalu meraih hp. Membuka email. Sambil menunggu loading akupun menguatkan hati.

Kalimat pertamanya sederhana sekali, “Terima kasih karena telah mengisi formulir pendaftaran BBI.”

Namun kalimat selanjutnya membuatku terkejut, “Blog kamu telah diterima menjadi anggota BBI.”

APPPAAAA? Diterima? Seriusan?

Ini no ID member kamu: BBI 1701361.

Sunting​Oh my god! Aku speechless, terus aku ketawa histeris. Diterimaaa? Yaa Allah, senang kali. Perasaannya sama kayak pas menangin giveaway buku yang udah lama diidam-idamkan. Mamak sampe heran-heran lihat ekspresiku, beliau pikir proposalku selesai, hahahahahahahahha.

Nah, setelah aku tenang, akupun menghubungi Amru salah satu anggota #Blogger’sChallenges, pemilik akun amrudly.com, untuk tanya-tanya gimana caranya pasang logo BBI di blog bukuku nurwahidahramadhani.wordpress.com karena masalah utak atik blog aku rada lambat, wkwkkwk. Aku juga sekalian ngelapor, soalnya pas aku daftar kemarin, aku curhat gitu sama dia karena aku pikir aku bakal ditolak, haha.

So, sebelum aku tidur, aku mau nulis cerita selengkapnya proses aku daftar jadi member BBI di blogku ini karena mood-ku sedang baguuuuuuus untuk cerita.


Sekitar pukul 10 malam di hari Senin, 2 Januari 2017, aku baca update blog kak Womomfey a.k.a Kitty (https://pelahapkata.wordpress.com/2017/01/02/finally-im-officially-a-bbi-member/), jadi di situ kak Kitty cerita kalo dia baru dapet email balasan dari divisi membership BBI yang menyatakan dia resmi jadi anggota BBI. Aku udah yakin sih soalnya emang blog kak Kitty banyak bahas buku, malah aku pikir dia udah jadi member BBI. Yang bikin aku histeris pas baca cerita selanjutnya, bahwa pendaftaran kali ini agak spesial, karena usia blog nggak dipermasalahkan (seharusnya usia blog minimal 6 bulan).

Aku langsung komen posting-an kak Kitty dan nanyain dia, katanya pendaftaran cuma 3 hari, 31 Desember 2016- 2 Januari 2017, dia bilang sama aku harus cepat daftar. 


Aku buka twitter terus mention akun BBI_2011 nanya tentang persyaratan lainnya (selain blog khusus membahas buku, usia minimal blog 6 bulan dan jumlah posting-an minimal 25). Dan kata adminnya, cuma usia blog aja yang ditiadakan untuk pendaftaran kali ini. Aku langsung buka email, kirim ke email membershipbbi@gmail.com berisi nama dan link blog bukuku. Beberapa menit kemudian, aku dapat email balasan, aku diminta mengisi form pendaftaran. Saat mengisi form itu, aku galaau karena baca satu persatu syaratnya (jumlah posting-an itu minimal 25).

Aku melihat jam dinding, pukul setengah 11 malam, aku buka file-file laptopku, berusaha mencari tulisan yang berkaitan dengan buku dan ternyata, hanya ada dua review dan itupun belum selesai. Aku langsung buka microsoft word dan berusaha nyelesain tulisan itu.

Malam itu, posting-an blogku baru ada 4:

  1. Resensi Buku Jika dan Hanya Jika
  2. Resensi Buku Ecological Intelligence
  3. Resensi Corat-coret di Toilet
  4. Resensi Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil

4 dari 25, aku merasa sangat sedih. Tapi, aku tetap maksain diri untuk nyelesain beberapa resensi lainnya. Aku lanjutkan Resensi Yellow Heart yang emang lagi kukerjain dari sore itu. Lalu aku maksa bikin postingan tentang pengalamanku menangin 7 buku dari giveaway twitter dan instagram dengan judul Books From Giveaway 2016. Aku kerjakan draft Resensi Ally All These Lives, Persuasion, Perempuan Tegar dari Sibolangit.

Jadilah 9 posting-an di blog itu. Kurang 16 lagi. Aku lihat jam menunjukkan pukul setengah 12. Aku galau berat. Tapi aku berpikir, “Ah, coba ajalah, mana tahu admin BBI-nya kasihan lihat aku, wkwkkwk).

Akupun menyelesaikan pengisian form pendaftaran, setelah selesai, aku terdiam menatap laptopku. Usaha nggak apa-apa dong ya? Aku ngerasa ini kesempatan emas. Udah lama aku ngikutin resensi-resensi dari para member blogger buku, aku bahkan buat target untuk daftar jadi member BBI di posting-an Target di Tahun 2o17.

Kemarin aku buat blog buku di bulan Oktober 2016 dengan tujuan Januari 2017 usianya udah 3 bulan dan aku bisa daftar jadi member BBI (dulu, syaratnya usia blog 3 bulan dengan posting-an minimal 5). Jadi, aku mikirnya, “Pas banget awal tahun langsung bisa daftar.”

Rupanya, saat aku komentar di blog kak Hana (https://hanabilqisthi.wordpress.com/), dia bilang syarat posting-annya udah nambah jadi 25. Dan aku juga baru tahu bahwa usia blog minimal 6 bulan dari FAQ Blog Buku Indonesia. Jadi, semua rencanaku musti diatur ulang. Dan saat dapet kabar bahwa usia blog nggak diperhitungkan, aku ngerasa dapet angin segar. Tapi yaaah, jumlah posting-an masih jadi masalah.

Aku matikan laptopku, kepalaku cenat-cenut. Aku ngerasa sedih, “Kenapa aku nggak nulis resensi lebih banyak? Kenapa proposalku nggak siap-siap, kalo proposal siap, aku kan bisa agak tenang baca buku? Kenapa? Kenapa?”

Namun, di sisi lain aku juga tahu bahwa semua ini udah terjadi. Aku menegarkan hati untuk nggak memikirkan masalah ini. Aku fokus ngerjain proposal. Dan malam ini, saat aku terima email yang mengatakan bahwa aku diterima jadi member BBI, rasanyaaaa….

Alhamdulillah, luar biasa senangnya. Ditambah lagi, proposalku juga udah siap setengah jam setelahnya. Alhamdulillah yaaaaaa..

Aku jadi makin semangat baca buku dan belajar buat resensi. Dan untuk proposalku, semoga aja isinya nggak aneh-aneh banget dan revisinya sedikit biar aku bisa daftar sempro, hihi.

Intinya, jangan pernah menyerah. Rezeki itu nggak pernah tertukar atau hilang. Kalo rezeki, ia akan datang.

 

 

 

 

Iklan