Hai guys!

Udah lama yah aku nggak update tulisan untuk #Bloggers’Challenges.

Sejujurnya, aku punya beberapa hutang, tapi kayaknya ABC nggak sadar, wkwk.

Topik untuk postingan kali ini datang dari Trias. 

Hidup sehat.

Saat membaca pengumuman Trias di grup Line, aku sok menduga-duga, mungkin Trias ngajuin topik ini karena dia sekarang udah kerja di pulau nan jauh di mata (Kalimantan) yang artinya pola hidupnya kemungkinan berubah karena situasi dan kondisi.

Atau karena usia kami (khususnya ABC) yang kini sudah menginjak dua puluhan yang artinya udah nggak unyu-unyu lagi dan kesehatan mulai lebih diperhatikan. Dan dia pengen tahu pandangan kami mengenai kesehatan dan usaha-usaha untuk hidup sehat.

Nah, walaupun topik ini kelihatan sederhana, tapi akunya galau berminggu-minggu. 

Hidup sehat itu seperti apa?

Sehatkah aku?

Akupun mulai baca artikel-artikel kesehatan. Aku juga bongkar koleksi bukuku yang berkaitan dengan kesehatan. Aku juga mencoba ingat-ingat materi di kelas Biologiku saat SMA.

Pokoknya, topik ini nggak mudah untuk dikerjakan dan walaupun aku udah baca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan kesehatan, aku masih bingung harus nulis tentang apa, karena pengetahuanku tentang hidup sehat itu belum ada apa-apanya. Dan lagi, ABC yang lain udah posting tulisan yang keren-keren, jadi galaunya dobel.

Kegalauan itu terus berlanjut hingga pada suatu waktu aku berpikir, “Kalo ditunda terus, tulisannya nggak bakal selesai. Coba tulis tentang kebiasaan sehat dan tidak sehat yang pernah kupikirkan.”

Nah, karena pikiran itu, akhirnya aku memutuskan untuk bicara kesehatan berdasarkan pengalaman pribadi. Oh ya, sebelumnya aku mau ingetin, tulisan ini rada gaje gitu tapi aku harap kalian membacanya dengan serius. Wkwkk. 

#

Kita dan Kesehatan

Sehat merupakan anugerah yang luar biasa. Namun, terkadang kita lupa mensyukurinya. Saat sehat kita sering bertindak sesukanya lalu saat sakit baru menyesal.

Aku kasih contoh kasus miris saat bicara tentang kesehatan:

1. Tidak tahu sehat itu seperti apa.

Aku: Menurutmu, sehat itu seperti apa sih? Apa aja yang kau lakukan supaya bisa sehat?

Seseorang: Umm.. (terdiam cukup lama) Nggak tahu.

Aku: Seriusan nggak tahu? 

Seseorang: Iya, paling olahraga lah biar sehat.

Aku: (terdiam).

Kejadian di atas itu nyata. 

Parah? Um, nggak tahu juga sih, tapi aku sering banget ketemu sama orang yang bener-bener nggak tahu bahwa apa yang dilakukannya itu baik atau nggak untuk kesehatan. 

2. Tahu, tapi nggak begitu peduli.

Aku: Nggak seharusnya seperti itu.

Seseorang: Tahu kok.

Aku: Terus kenapa tetap dilakukan?

Seseorang: Males aja, ribet. 

Aku juga sering terlibat dalam obrolan seperti ini. Kadang rasanya gemes saat tahu dia udah tahu mengenai hal tersebut tapi dengan alasan yang tidak penting seperti ‘malas’, dia cuek aja.

3. Dapet info yang salah

Seseorang: Aku sering begadang, makan porsinya banyak, ngemil pas sebelum tidur, tapi nggak gemuk juga tuh.

Aku: Bukan kayak gitu supaya bisa gemuk lho.

Seseorang: Tapi banyak orang bisa gemuk setelah ngelakuin itu.

Aku: Tapi itu nggak sehat malah ngundang penyakit.

Saat aku denger cerita semacam ini, rasanya tuh kasihan tapi dikasi tahu juga kadang dianya nggak mau dengar. Yaudah deh, adek mah apa atuh.

3 momen ini sering banget terjadi pada kita, ya kan?

Kadang kita bener-bener nggak tahu yang kita lakukan itu ternyata nggak sehat, kadang kita tahu sesuatu itu buruk tapi tetap dilakukan dengan memberikan banyak alasan, kadang kita dapet info yang salah dan tanpa mencari kebenarannya, langsung dimasukkan dalam pikiran.

Aku sendiri juga pernah melakukannya, hehe. Tapi, sekarang tingkat kesadaranku lebih tinggi terhadap kesehatan dan aku berusaha untuk lebih peduli terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

#

10 Kebiasaan Baik yang Mudah Dilakukan dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Tidak menahan diri saat ingin buang air kecil/besar

Kamu pernah kenal sama orang yang suka nahan buang air kecil/besar?

Sejak aku SMP, aku sering bertemu orang-orang yang menahan dirinya saat mereka ingin buang air kecil/ besar. Alasannya beragam: malu, toilet nggak bersih, males, sedikit air, nggak terbiasa kalo nggak di rumah sendiri. 

Sebenarnya itu hak masing-masing orang, tapi aku ngerasa kasihan sama mereka. Kalo sering nahan buang air kecil, kasihan ginjalnya. Kalo sering nahan buang air besar, kasihan ususnya. Dan jika dijadikan kebiasaan, kasihan seluruh tubuhnya karena semua organ saling berkaitan, kalo ada masalah di satu organ, organ lainnya juga ikutan terganggu. Kalo nggak percaya, silakan googling deh, nahan diri saat ingin buang air kecil/besar itu nggak ada bagusnya.

Aku sendiri sejak kecil udah dibiasakan untuk tidak menunda-nunda kedua hal ini dan aku bersyukur karenanya.

2. Tidak memakan buah bercampur dengan makanan lain.

Saat kecil, aku tahunya makan buah itu setelah makan nasi. Buah dijadikan hidangan pencuci mulut. Namun, saat SMA aku menemukan fakta bahwa buah seharusnya dimakan sebelum makan makanan berat. Jadi, kalo ada buah, biasanya aku makan buah dulu baru makan nasi. Ternyataaaaa, itu masih kurang tepat. 

Dari buku Mitos dan Fakta Kesehatan 2 yang ditulis Erikar Lebang, aku menemukan fakta bahwa waktu untuk mengkonsumsi buah segar, utuh atau jus, minimal 20-30 menit sebelum makan.

Ingat! Minimal 20-30 menit sebelum makan makanan lain. Namun akan lebih baik lagi jika kita benar-benar tidak mencampur buah dengan makanan lain karena fruktosa buah punya sifat merusak bahan makanan lain sehingga sebaiknya jangan dicampur seenaknya.

Dan buah-buahan paling bagus dikonsumsi di pagi hari karena mengkonsumsi buah di pagi hari bisa menghemat energi kita dan memfokuskan diri untuk proses pembuangan yang memerlukan banyak energi.

3. Sebaiknya sarapan buah.

Poin ini berkaitan dengan poin di atas. Karena sifat buah yang harus dicerna secara ekslusif, buah sebaiknya dikonsumsi sebagai sarapan di pagi hari. 

Sifat buah cenderung gampang membuat kenyang namun tidak bertahan lama, untuk itu sebaiknya makan buah secara berkala (sedikit demi sedikit). 

Makan buah berlangsung sejak pagi hingga tengah hari.

Buah yang baik dijadikan sarapan mempunyai ciri berserat, berair serta manis karena matang sempurna.

Jika sarapanmu masih makanan yang mengandung kombinasi karbohidrat, protein, atau lemak, sebaiknya diganti dengan buah mulai saat ini. 

4. Minum air putih/mineral sebelum haus.

Rasa haus adalah pertanda bahwa tubuh benar-benar sudah dehidrasi. Dehidrasi berefek merusak sel tubuh bahkan mengakibatkan kematian sel. Jadi, minumlah sebelum merasa haus.

Sejak kecil aku memang dibiasakan untuk membawa air minum saat bepergian. Kebiasaan itu terbawa hingga saat ini.

Nah, seperti yang udah aku tekankan di atas, kita harus minum sebelum haus. Dan minum pun ada tata kramanya. 

Pertama, minum dalam keadaan duduk.

Kedua, minumlah secara perlahan, seteguk demi seteguk. Hal ini bertujuan agar tubuh kita tidak terkejut dengan jumlah air yang tiba-tiba masuk ke tubuh. 

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian minum sekali teguk seperti minumnya onta. Tetapi minumlah dua atau tiga kali tegukan. Dan bacalah bismillah ketika minum, kemudian bacalah hamdalah selesai minum.” (HR. At-Tarmidzi).

Ketiga, minumlah air dengan suhu yang tidak jauh berbeda dengan suhu tubuh. Artinya air suhu normal atau hangat lebih baik. Hal ini bertujuan agar kita bisa menghemat energi tubuh. Jika air terlalu dingin, tubuh kita harus mengeluarkan energi untuk menyeimbangkan suhunya. 

Sebagai tambahan, sekarang aku minum air putih itu minimal setiap setengah jam sekali walau hanya satu dua teguk dan memang aku ngerasa tubuhku lebih enakan.

5. Tidak mengabaikan prosedur.

Hal ini sangat berkaitan dengan pengolahan makanan atau minuman. Terkadang kita sering mengabaikan prosedur yang tertulis.

Saat SMA, guru Biologiku pernah bertanya mengenai suhu air untuk membuat susu. Sebagian mengatakan suka susu panas, sebagian lagi menyukai susu dengan tambahan es. Ternyata keduanya salah. Beliau menjelaskan bahwa kami perlu membaca cara pemakaian yang tertera di kemasan karena prosedur tersebut sudah diteliti untuk mengoptimalkan manfaat yang diperoleh. Protein (yang merupakan kandungan utama susu) akan hancur jika suhu terlalu panas dan akan non aktif jika suhu dingin. Sejak saat itu aku mulai lebih memperhatikan prosedur pengolahan suatu makanan. 

6. Jangan mandi atau banyak bergerak selepas makan.

Mandi setelah makan akan membuat tubuh mengalami shock. Setelah makan, tubuh akan mulai melakukan pembakaran dan suhu tubuh meningkat, karenanya jika kita langsung mandi, maka tubuh kita akan terkejut dengan perubahan suhu yang mendadak. 

Kita juga perlu menghindari bergerak setelah makan karena itu akan mengganggu kerja organ pencernaan kita. 

7. Hindari olahraga berlebihan.

Olahraga itu penting untuk kesehatan, namun kita tidak boleh berlebihan. Berlebihan di sini berkaitan dengan durasi. Sebagai contoh, lari seminggu atau dua minggu sekali namun sekali lari hingga berjam-jam (tanpa istirahat). Hal itu tentunya memberatkan kerja jantung yang tidak terbiasa dipacu sedemikian rupa. Lebih baik rutin dan berdurasi singkat ketimbang sekali namun berdurasi lama. 

Kenapa aku berpikir seperti itu? 

Aku denger pengalaman temanku sendiri, aku tahu dia jarang olahraga dan suatu waktu dia jogging dengan temannya selama beberapa jam bahkan hingga pulang ke kos pun ia jalan kaki. Keesokan harinya, dia mengeluh tubuhnya sakit (seperti pegal dan kaku). Menurutku asam laktat hasil olahraganya menumpuk cukup banyak hingga berefek seperti itu. Walaupun asam laktat yang dihasilkan dari olahraga tidak berbahaya, namun akumulasinya cukup membuat tubuh tidak nyaman. 

Pernah juga saat SMA, kami disuruh lari keliling lapangan. Supaya cepat selesai, temanku berlari kencang padahal ia jarang olahraga, alhasil saat selesai olahraga dia terkulai lemah serta nafasnya tersengal-sengal. Aku ngerasa sikapnya itu berlebihan dan saat mendengar nafasnya tak beraturan seperti itu, aku ngerasa kasihan dengan jantungnya yang bekerja secara paksa. Belum lagi, kebiasaan masyarakat awam yang berolahraga sering lupa membawa minuman. Ahh, dehidrasi dong.

Kadang aku sering ngeri saat dengerin temanku yang jarang olahraga dan sekalinya olahraga terlalu diforsir. Aku mikirnya, “Aduh asam laktatnya pasti banyak banget. Jantungnya juga kasihan. Belum lagi kalo kurang minum air bisa dehidrasi.”
Seperti yang kujelaskan lebih baik olahraga disesuaikan dengan kemampuan. Jika sudah terbiasa melakukan olahraga secara rutin barulah durasi dan latihannya ditingkatkan.

8. Kurangi mengkonsumsi teh, susu, kopi dan minuman berwarna lainnya.

Teh, susu, kopi dan minuman lainnya mungkin memiliki manfaat. Namun, sebaiknya dikonsumsi sesekali saja. Kopi dan teh membuat tubuh lebih mudah dehidrasi sedangkan susu pengolahannya cukup rumit (tidak sesederhana air putih). Sedangjan minuman berwarna (soft drink) akan menyulitkan kerja ginjal. Jadi, sebaiknya perbanyak minum air putih saja.

9. Jangan tambahkan gula dan es saat minum jus buah.

Jika kita minum jus buah untuk mendapatkan manfaat dari buah tersebut, sebaiknya jangan tambahkan gula dan es. Penambahan gula dan es justru merusak manfaat dari jus itu sendiri.

10. Minum perasan jeruk nipis/lemon hangat saat bangun tidur.

Ini kebiasaan yang baru aku lakukan sekitar 2 minggu. Jadi, dulunya tiap dengerin orang minum jeniper (jeruk nipis peras) aku sering ngeri sendiri. Soalnya aku berpikir bahwa jeruk nipis itu kan asam dan kalo diminum saat perut kosong bisa merangsang HCl yang ada di lambung. Ternyata, setelah aku searching di Google dan baca buku, ternyata minum jeruk nipis hangat saat bangun tidur itu bagus untuk tubuh karena membantu proses metabolisme kita dan walaupun rasanya asam, kandungan jeruk nipis justru basa, sehingga menetralkan asam di tubuh kita. 

Dengan kesadaran itu, aku mulai rutin mengkonsumsi jeniper hangat saat bangun tidur dan emang bener, efeknya bagus. BAB teratur, lancar jaya. Haha. Selain itu, kombinasi jeniper sehabis bangun tidur dan sarapan buah (apel), bikin aku nggak sariawan. Ajaib banget! Padahal biasanya aku sering banget sariawan karena jarang konsumsi buah dan sayuran. Ckckck. 

Nah, untuk menikmati jeniper ini, sebaiknya dengan air hangat dan saat minumnya usahakan terkena air liur (seperti kumur-kumur) agar manfaatnya lebih maksimal.

#

Nah, itulah 10 poin yang bisa aku ceritakan pada postingan ini. Sebenarnya masih banyak hal-hal sederhana lainnya yang bisa kita lakukan agar lebih sehat. 

Dan aku buat postingan ini sebagai catatanku supaya nggak lupa dengan hal ini dan juga aku pengen berbagi informasi kepada pembaca blogku, semoga bermanfaat. Yuk, hidup sehat!

Btw, di antara 10 hal di atas, berapa yang sudah kamu lakukan? Atau kamu punya fakta dan tips lainnya?

Silakan di share di kolom komentar. 

Iklan