Wooooow..

Daebak..

Setelah hampir sebulan nggak nulis di blog, aku dapet inspirasi untuk nulis lagi, yeeeey..

Kalo dari judulnya, uumm, seperti topik serius gitu yaa, sejenis self-help, padahal tulisan ini tak seserius itu, bro. Hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang tak seberapa.

Nah.. Nah.. Ngomong-ngomong tentang kebiasaan, sebenarnya aku udah pernah nulis tentang topik itu di tulisan sebelumnya: apa yang kamu lakukan ketika bertemu temannya teman? dan cek kebiasaan sehat.

Aku bahkan mengupas masalah definisi dan makna kebiasaan dalam posting-an 7 kebiasaan baikku

Kali ini aku hanya menceritakan kelanjutan dari topik tersebut karena tadi siang aku mendapat momen yang mengingatkanku tentang hal itu. 

Mau tahu ceritanya? 

Okee, dengerin yaaah..

*

Hari ini aku pergi ke rumah sahabatku di masa SMA. Dia menghidangkan semangkuk bakso buatan sendiri. 

“Ternyata kita sama ya, Wa. Kalo abis makan nggak minum air putih.” 

Ha? Aku nggak nyangka dia memperhatikanku. Aku sendiri bahkan nggak sadar kalo aku sama sekali nggak minum, wkwkwk.

“Aku juga gitu, Wa. Nggak suka minum kalo lagi makan.”

Hmmm.. 

Saat itulah aku seperti disadarkan akan sesuatu.

“Iyaa. Aku pernah baca artikel gitu, katanya lebih bagus minum air putih itu satu jam atau setengah jam sebelum makan. Minum saat makan atau sesudah makan kalo bisa dikit aja, supaya nggak seret.” Kupikir itu saat yang tepat untuk berbagi infomasi kesehatan yang kuketahui.

“Yang kubaca sih, kalo terlalu banyak minum air, kasihan kerja lambungnya. Makanan di lambung kan diolah supaya jadi bubur, kalo kebanyakan air ntar nggak maksimal. Asam yang dikeluarkan juga lebih banyak jadinya.” Aku menjelaskan lebih panjang.

Oke, aku nggak begitu ngerti cara ngejelasinnya, tapi logika yang kupahami seperti itu. Intinya, demi mengefisiensi kerja lambung sebaiknya jangan terlalu banyak minum.

Ngerasa krik krik sendiri, akupun melanjutkan, “Sebenarnya dulu Wa termasuk orang yang banyak minum sambil makan karena Wa kan nggak tahan pedas, sedangkan makanan yang ada itu banyak yang pedas, jadinya kebiasaan minum banyak air pas makan.”

Dan pembahasan tentang mengkonsumsi air saat makan pun selesai begitu saja. 

*

Tapi, momen sekian menit itu teringat sampe malam ini. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah aku bertekad untuk menuliskannya. 

Seperti yang kubilang, sejak kecil aku punya kebiasaan untuk banyak minum air. Alasannya sederhana saja: sejak aku mengenal kata “dehidrasi”, aku nggak mau membiarkan sel-selku cepat mati karena kekurangan air, wkwkwkk. Sayangnya, pengetahuan itu tidak begitu mendalam sehingga aku nggak pernah benar-benar tahu adab, cara serta waktu yang tepat untuk minum. 

Kemudian, aku punya kelemahan dalam makan, salah satunya adalah aku tidak tahan pedas terutama pedasnya cabe rawit (bukan hanya nggak tahan pedas di perut, tapi lidahku juga nggak bisa nahan rasa pedas tersebut). Kalo bagi banyak orang, rasa pedas itu membuat selera makan bertambah, bagiku justru sebaliknya. Seandainya aku lagi enak makan tiba-tiba tergigit cabe rawit, seeeeer, kepalaku rasanya mendadak panas dan selera makanku hilang seketika. Dan saat aku merasakan sensasi itu, secara otomatis aku akan meneguk air bergelas-gelas. 

Kejadian itu sering terjadi sehingga menimbulkan kebiasaan: minum banyak air saat makan walaupun rasanya tidak terlalu pedas. Hanya kebiasaan saja, makan beberapa suap nasi, minum, makan lagi, minum lagi.. Aku melakukannya tanpa sadar.

Hingga aku membaca artikel yang mengatakan bahwa kita sebaiknya mengurangi konsumsi air saat hendak makan atau setelahnya. Thanks for internet and google! (Kalo mengandalkan guru Biologi mah, hmmm aja). 

Aku mulai menghitung berapa banyak air yang kuhabiskan dalam satu kali makan. Lebih dari segelas, bisa dua atau tiga gelas. 

Aku stres!

Gimana caranya mengurangi kebiasaan ini? 

Pertama, aku mencari artikel-artikel terkait topik tersebut untuk memastikan bahwa hal itu fakta. Silakan baca artikel-artikel di laman ini.

Lalu, pelan-pelan kuterapkan strategi untuk menyugesti diri. 

Sugesti yang kumaksud di sini adalah, aku berusaha memikirkan tentang pengetahuan yang baru kudapat tersebut. 

Jangan banyak minum saat makan, Wa!

Oke, coba cukupkan minum satu gelas air saat makan, Wa!

Oke, pilih gelas paling kecil saat makan, Wa!

Coba minumnya seteguk aja, jangan kerakusan.

Yaaa.. Aku sendiri percaya bahwa nggak ada yang bisa mengendalikan pikiran dan tubuh kita selain diri sendiri (selain Tuhan). Untuk itu, aku berusaha berkomunikasi dan menegaskan ke diri sendiri bahwa aku benar-benar harus mengurangi porsi minum saat makan. Aku juga mengatakan pada diriku untuk minum satu jam sebelum makan (karena aku tahu jadwal makanku sehari-hari). 

Selain itu, aku juga menyugestikan diriku supaya membuat alarm saat aku hendak makan.

You know.. Seperti feeling harus melakukan sesuatu.. Dan aku berusaha untuk nggak mengabaikan feeling tersebut dengan mencari tahu “apa yang kurang” saat tiba-tiba ada perasaan aneh yang menelusup di hati #eaaaakk. 

Setelah beberapa minggu aku berusaha menyugesti dan memikirkan satu kebiasaan baru tersebut. Akupun mulai melupakannya. Ntah kenapa aku nggak begitu sering mengingatnya lagi. Namun, secara nggak sadar, sugesti itu udah mendekam di alam bawah sadar dan hasilnya.. Taraaaaaaaaaaa…

Ternyata aku benar-benar mengurangi konsumsi air saat makan tanpa disadari!

Kalo nggak karena sahabatku memperhatikannya, mungkin aku belum menyadarinya.

Kemudian, aku berusaha untuk memastikannya dengan mengamati konsumsi air saat makan malam ini. Ternyata emang berkurang drastis dan aku cukup menahan diri!

Yeyyy! Alhamdulillah ya, syesyuatuuuuuuu!

*

Kejadian ini mendukung teoriku secara pribadi bahwa aku bisa pelan-pelan berubah asalkan berusaha untuk berubah. 

Caranya? 

Seperti yang kukatakan tadi. 

Pertama, cari tahu dulu kebenarannya. Apakah kebiasaan itu baik atau tidak? Apa kelebihan dan kekurangannya? Apa yang perlu dipertahankan dan apa yang perlu dikurangi? 

Setelah mendapatkan pemahaman, aku mulai menyugesti diri sendiri dengan mengulang-ulang pernyataan terkait kebiasaan yang pengen ditumbuhkan. 

Kemudian, mulai nikmati hidup sambil berdoa semoga kebiasaan tersebut mendarah daging.

Terakhir, coba cek secara berkala, apakah ada perubahan atau tidak.

Perubahan hanya terjadi jika ada keinginan dan usaha yang kuat 

-Wawa

Yaahh begitulah..

Aku berharap mulai sekarang aku bisa benar-benar konsisten mengurangi konsumsi minum air saat makan dan menggantinya dengan mengkonsumsi air satu jam atau setengah jam sebelum makan. 

Terimakasih sudah membacaaaaaa! Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Iklan