Hai guys!

Posting-an kali ini ditulis nggak pake banyak mikir soalnya “lebih mengarah pada curhat”. 

Emang biasanya banyak mikir, Wa? Wkwkwkk

Dan seperti judul di atas, ada kaitannya dengan blog bukuku. 

Nah, ceritanya begini.. 

Tadi malam aku tergugah untuk nulis resensi di blogku yang khusus membahas tentang buku, nurwahidahramadhani.wordpress.com. Pasalnya, aku terakhir update tulisan itu sekitar sebulan yang lalu. Itupun cuma sekedar catatan yang kudapatkan dari satu bab sebuah buku. 

Buku itu berjudul Handbook of Cooperative Learning yang ditulis oleh Shlomo Sharan, P.hD dan yang kubahas hanya satu bab yaitu bab pertamanya yang berjudul Student Teams-Achivement Divisions (STAD) oleh Robert E. Slavin.

Kenapa cuma satu bab, Wa? 

Hmm.. Ada dua alasannya. Pertama, karena aku emang baru baca satu bab doang dari buku itu, wkwkk. Satu bab, tapi penjelasan teori mengenai STAD ini lebih dari 20 halaman. 

Kan nggak mudah memahami teori, ya kan? 

Buku itu sendiri tebalnya lebih dari 600 halaman. Baca satu bab aja kepala udah berasap. Omaigat, kurang latihan baca banget aku yaaa.

Kedua, aku emang sengaja nulisnya untuk kategori catatan di blog tersebut, bukan resensi.

Hingga saat ini, ada 5 kategori di blog tersebut.

Catatan: Di kategori ini aku khusus membeberkan poin-poin penting dari bab-bab yang sudah kubaca dari sebuah buku. Jadi, semacam ringkasan (summary) atau menceritakan ulang isi bab tersebut (retell the content). Hal ini dikarenakan aku sadar bahwa selama ini aku membaca tanpa benar-benar berusaha memahami isi sebuah buku. Akibatnya, setelah membaca, aku tetap kesulitan menjelaskan poin-poin penting per bab. 

Malu bangetlah rasanya kalo abis baca tapi nggak ingat apa yang udah dibaca. Karena masalah seperti itu, aku berusaha untuk mencatat ulang inti bab tersebut di posting-an blogku. Aku bisa latihan nulis, mengasah ingatan, sharing pengetahuan ke pembaca blog yang belum berkesempatan membaca buku tersebut. 

Catatan ini mungkin lebih fokus ke buku-buku non fiksi, soalnya kalo buku fiksi ntar jadi spoiler, wkwkwkk. Tapi, nggak menutup kemungkinan sih untuk bahas scene favorit atau kalimat/dialog menarik dari sebuah novel. 

Resensi: Tujuan awal buat blog Welcome Pals! itu emang ditujukan untuk mendokumentasikan buku yang udah kubaca. Sebenarnya aku mungkin udah baca lebih dari 200 buku, tapiiiii selama ini aku nggak pernah mengulasnya secara benar. Jadi, aku buat blog itu agar lebih termotivasi untuk menulis resensi. Tapi, ternyataaaa, nulis resensi itu nggak mudah, hiks. Misalnya aja untuk tahun ini, aku udah baca sekitar 30 buku, tapi belum ada nulis satupun resensinya, syediiiih. 

Curhat: Kategori ini isinya curhatan-curhatan berkaitan dengan buku seperti pengalaman membeli buku, judul-judul buku yang baru kubeli, buku yang menarik, dan penulis-penulis favoritku. 

BBI: Kategori yang kutulis untuk kegiatan Blogger Buku Indonesia (BBI). 

Wishful Wednesday: Kategori ini sebenarnya antara mau dihapus atau dipertahankan. WW ini isinya tentang buku yang diinginkan per minggu tiap hari Rabu. WW dibuat oleh salah satu member BBI. Awalnya aku pengen rutin buat post tentang buku yang diinginkan per minggu namun setelah kupikir-pikir, agak males juga buat wishlist kalo nggak terbeli atau nggak ada yang ngasi buku tersebut. Hahahhaha. Aku sempat berpikir untuk menghapus kategori ini dan menggantinya dengan sebuah page di blog yang berisikan wishlist-ku. Ah, lihat nantilah.

Panjang ya prolognya, Wa?

Hehehe. Maafkan daku yang selalu khilaf kalo lagi nulis. 

Jadiiiiiii, saat aku login ke akun wp yang satu itu, aku cek dulu notifikasinya. Lumayan banyak. Waaaaaaah.. Senangnya..

Tapi, rasa senang itu padam seketika setelah melihat pratinjau komen yang ada. 

Gambar di atas mewakili sedikit dari komentar spam yang masuk ke blogku (banyak yang udah kuhapus). 

Kenapa para bule keroyokan ngasi komentar di blogku yaaaaaaaa? 

Blogku ditulis dengan bahasa Indonesia, key words-nya juga pake bahasa Indonesia, terus kenapa mereka nemu blogku?

Pas aku cek kata kunci (terms) di bagian statistik, nggak ada tuh key word bahasa Inggris. Trus, gimana ceritanya mereka bisa nyasar? 

Jadi, mereka banyak yang bilang dalam bahasa Inggris yang intinya seperti ini, “Aku senang menemukan blogmu. Isinya inspiratif. Aku bookmark lho! Blogmu mengubahku dan keluargaku. Tulisan yang kritis.” 

Apaan sih Leeee? Emangnya kalian ngerti apa yang kutulis? Wkwkkwkwkk. 

Aku bingung juga mau ngerespon apa. Jadi, kalo ada komentar yang kira-kira masih berhubungan sama blogku, aku bakal jawab thank you (biasanya untuk komentar yang bilang tulisanku bagus). Tapi, untuk komentar yang nggak ada nyambung-nyambungnya ke isi blog, aku hapus aja, wkwkk. Maafkan aku yaa Lee. 

Sebenarnya ini bukan masalah sih, karena solusinya gampang. Cukup aktifkan moderasi komentar. 

Yaaa, aku emang nggak ngaktifkan moderasi komentar baik di blog Dearlangit ini maupun Welcome Pals! tadi. Sengaja. Soalnya, aku sendiri ngerasa agak males gitu kalo kebetulan blogwalking trus ngomen di blog orang dan ternyata komentar itu harus dimoderasi. Apalagi blogku kan bukan blog yang gimana-gimana banget sampe banyak orang yang heboh ngomen, wkwkwkk. 

Temen-temen dekat aja jarang baca dan ngomen apalagi yang kebetulan nyasar #eaaaak. Eh, tapi akhir-akhir ini ada juga sih orang-orang yang mau baca tulisanku, hehehehhehe. 

So, untuk ngaktifkan moderasi komentar kayaknya nanti dulu deh. 

Lagian, aku juga bukan kesal, sebel atau gimana. Cuma heran dan penasaran aja. Ada apa sih dengan blogku yang satu itu? 

Umurnya masih muda lho. Posting-annya juga belum banyak. Tapi kenapa bule-bule itu sibuk ngasi komentar yaa padahal dia aja mungkin sama sekali nggak ngerti apa yang kutulis? Apa mereka ngadain challenge gitu, spam-in blog orang? Atau supaya dapet feedback? 

Ah, syudahlaaah. Nggak perlu dikaji dalem kali, wkwkk. 

Terus, ngapain nulis posting-an ini, Wa?

Yaa curhat aja sekaligus promosiin blog satu itu. Hahaha. 

Oh yaa, jadi, ending-nya, setelah aku hapus-hapusin komentar gajelas itu, akupun mulai buka post blog dan nulis resensi terbaru. Buku Wonderful Life karya Amalia Prabowo. 

Buku itu nggak yang cetar membahana ulala, tapi cukup membangkitkan hasratku untuk menuliskan resensinya secara lengkap. Aku baru selesai baca buku itu kemarin.

Buku itu aku pinjam di aplikasi perpustakaan digital iJakarta. Formatnya ebook. Bacanya gratis. Batas minjemnya 2 hari karena epustakanya Reading Challenge (kalo Dinas Pendidikan bisa 3 hari). Stoknya langka karena masih banyak yang antri untuk ngebaca. 

Aku suka banget promosiin aplikasi iJakarta ini, wkwkwkk. 

Nah, walaupun bukunya nggak yang hebat-hebat banget, namun aku sendiri banyak belajar dari buku ini. 

Pertama, aku jadi ngebayangi gimana caranya memotivasi anak nantinya untuk membaca yaitu dengan membiasakan mereka untuk membaca kemudian kami (aku dan sang suami, eaaak) berdiskusi tentang isinya bersama anak tercinta. 

Karena, budaya membaca itu harus ditanamkan sedari kecil. Kami selaku orang tua harus biasa membaca agar anak-anak terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Dan yaaa, nggak hanya sekedar membaca, mengulas buku juga sama pentingnya dengan kegiatan membaca itu sendiri. Menyetor dan mendiskusikan bacaan itu penting untuk meningkatkan motivasi anak untuk membaca. Jadi, mereka sadar bahwa membaca itu nggak sia-sia. Ilmunya nggak hanya tersimpan dalam kepala sendiri. 

Kedua, orang tua boleh memiliki harapan dan rencana terhadap anaknya namun tidak boleh memaksakan. Salah satu tugas orang tua adalah menerima sang anak dan menggali potensi dirinya karena every child is spesial. Jangan menganggap anak bodoh hanya karena dia berbeda dengan anak-anak lainnya. 

Ketiga, orang tua perlu mendampingi anak dalam tumbuh kembangnya. Tak hanya sekedar memilihkan sekolah terbaik, les terbaik dan kegiatan-kegiatan lainnya. Anak-anak butuh diperhatikan.

Keempat, buku ini bercerita tentang Amalia yang anaknya, Aqil, menderita disleksia (gangguan dalam membaca yang menyebabkan kesulitan dalam belajar). Jadi, ada sedikit ulasan mengenai disleksia dan upayanya dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Sebenarnya masih banyak lagi sih, sense yang aku dapet dari baca buku tersebut, tapi 4 aja cukup. Wkwkwkk. 

Okeeeelah, sepertinya posting-an ini panjang banget dan isinya meleber ke mana-mana. 

Terima kasih sudah membaca. Berikut buku lain yang sedang kupinjam di iJakarta..

Btw, buku apa yang sedang kamu baca atau baru selesai kamu baca? Apa kesan yang kamu dapatkan dari buku tersebut? Silakan share ya di kolom komentar. 😊

Iklan