Hai guys!

Sebagai seorang pelajar, kita pasti pernah mempertanyakan atau ngerasa “nggak cocok” atas tindakan yang dilakukan guru. 

“Kok gitu sih?”

“Apa memang hal seperti itu boleh dilakukan?”

“Apa guru harus melakukan itu? Apa nggak ada cara yang lebih baik lagi?”

Didasari pemikiran dan pertanyaan di atas, akupun mengajukan topik yang membahas tentang pendidikan (lagi) di #Bloggers’Challenges (BC). Sebelumnya, aku juga pernah minta ABC untuk nulis tentang masalah pendidikan Indonesia serta solusinya di topik ke 17.

Sekarang BC udah sampe topik ke-47 dan kini giliranku. Jadi, aku mengumumkan topik di grup Line seperti ini…

Hal-hal/kejadian yang guru/dosen lakukan yang seharusnya tidak ia lakukan (minimal 3)

Maksudnya:

Selama kita belajar di sekolah, pasti kita pernah ngalamin momen yang nggak enak atau menyebalkan saat guru/dosen melakukan sesuatu di kelas atau pada diri kita pribadi. Atau menyaksikan guru memperlakukan teman kita yang menurut kita sangat disayangkan. Nah, aku pengen kalian ceritain beberapa momen itu (kalo bisa dideskripsikan dengan jelas sehingga yang baca bisa dapet ngerasain jadi saksi kejadian itu). 

Ternyataaaa, topik ini menuai kontroversi! 

ABC yang lain sempat berpikir bahwa topik ini bisa mencoreng profesi seorang guru. 

Wowwww.. 

Padahal, aku sengaja ngasi penjelasan sesuai konteks yang kumaksud. Tujuan topik ini bukan untuk menjelekkan guru, namun seperti evaluasi dan refleksi bagi calon guru dan guru.

Yak, langsung saja, ini dia beberapa hal guru lakukan yang membuatku bertanya-tanya atau ngerasa jengkel sebagai seorang pelajar. 

1. Ngasih banyak tugas yang nggak ada kejelasannya

Ada beberapa manfaat pemberian tugas yaitu siswa diharapkan mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan (repetition) di rumah dan sebagai upaya penguatan terhadap materi (reinforcement). Selain itu, dengan memberikan tugas, guru berharap siswa merasa tertantang untuk mendalami dan memahami materi yang telah diajarkan. 

Tapiiiiiii..

Ada guru yang ngasih tugas itu kesannya asal banget. Bikin makalah A, B, C, D. Ngerjain berlembar-lembar LKS (Lembar Kerja Siswa). Abis satu tugas, muncul tugas lainnya yang seabreg. Namun, tugas-tugas itu nggak diperiksa, nggak dibahas, bahkan dilupakan begitu saja. 

Hal seperti itu nggak hanya membuat siswa menganggap belajar itu membosankan, namun secara tidak sadar juga menumbuhkan sikap sepele terhadap tugas yang diberikan (bahkan pada gurunya). 

Jadi, kesimpulannya PR itu memang bisa dijadikan alternatif agar siswa belajar di rumah (di Indonesia pemahamannya masih seperti itu, belajar kalo ada tugas), namun memilih tugas yang tepat sasaran lebih penting agar siswa merasakan senang dan manfaat dari tugas yang diberikan. Tak lupa, guru harus mengecek dan menilai tugas siswa tersebut serta memberikan masukan dan saran terhadap dirinya. 

2. Ngasih pertanyaan yang dibiarkan mengambang

Guru terkadang suka melemparkan pertanyaan yang dia sendiri belum memahami jawabannya. Terkadang hal ini sering terjadi ketika guru nggak sengaja mendengar tentang hal itu dan tidak mengkonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu.

Ada juga guru yang sengaja memberi pertanyaan dengan tujuan agar siswa termotivasi untuk mencari tahu (discovery learning). Mungkin ada siswa yang penasaran dan mencari tahu tentang hal tersebut dengan instan (cari artikel Google), namun ia kesulitan memahaminya. Lucunya, beberapa pertemuan selanjutnya, sang guru sama sekali nggak menyinggung tentang hal tersebut. Alhasil, siswa jadi merasa tidak punya kewajiban untuk mencari tahu jika nantinya sang guru melempar pertanyaan lagi.

“Ah, nggak bakal dibahas juga kok.”

3. Ngasih nilai tanpa menjelaskan dasar penilaian

Ntah ini cuma perasaanku saja atau memang hal ini umum dilakukan guru. Sering banget siswa mempertanyakan nilai yang diberikan. Nilai yang terlalu tingi, nilai yang terlalu rendah, nilai yang rasanya tidak merepresentasikan kemampuan seseorang sebagai pelajar. 

“Apa dasarnya?”

“Menggunakan penilaian apa?”

Guru masih terfokus pad manajemen kelas dan penyampaian materi. Penilaian (assessment) dianggap pelengkap saja. Padahal, menurutku, penilaian merupakan salah satu hal paling penting dalam pendidikan Indonesia karena dengan penilaian, kita bisa mengevaluasi baik keberhasilan guru maupun siswa. Lewat penilaian, kita bisa menemukan permasalahan yang terjadi pada siswa sehingga bisa dijadikan referensi untuk memperbaiki pelajaran-pelajaran selanjutnya. 

Masih sedikit guru yang punya rekam jejak penilaian siswanya. Biasanya jika siswa atau orang tua meminta bukti, yang diberikan hanyalah lembar jawaban ketika ujian saja (padahal itu hanya sepersekian dari proses penilaian yang berlangsung). 

4. Memaki siswa di depan umum

Ada guru yang gampang sekali memaki/menghina siswanya dengan mengatakan perkataan yang tidak enak didengar. Misalnya saja, “Bodoh sekali kamu”, “Kamu nggak punya otak, ya!”

Aku yang mendengarnya saja merasa sedih, bagaimana dengan orang yang dipermalukan di depan umum seperti itu?

5. Menghukum/menghakimi siswa tanpa tahu permasalahan sebenarnya

Suatu hari, keadaan kelas A ribut, tidak ada guru yang mengajar di dalamnya. Ada yang bernyanyi, ada yang main gitar dsb. Guru kelas B merasa terganggu. Maka sang guru masuk ke kelas A dan menyetrap seluruh siswa kelas A di halaman sekolah. Beliau berceramah panjang lebar dan saat ada siswa yang ingin menjelaskan, ia menampar siswa tersebut. 

Beberapa menit kemudian datanglah guru yang mengajar di kelas A dan bertanya ada masalah apa. Setelah dibicarakan ternyata kelas A sedang persiapan untuk ujian musik. Mereka memang diberikan waktu sekian menit untuk latihan akhir oleh sang guru. 

Guru kelas B tadi malu, namun dia sama sekali tidak meminta maaf karena telah menghakimi (bahkan menampar siswa) tanpa bertanya terlebih dahulu. 

Menurutku, kejadian ini bisa dihindari oleh sang guru seandainya dia meminta penjelasan terlebih dahulu. 

#

Yak, itulah 5 poin yang ingin kusampaikan dalam posting-an ini. 5 hal ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, cerita teman dan pengamatanku selama belajar di sekolah/kampus. 

Semoga para guru ataupun calon guru bisa menghindari perbuatan-perbuatan di atas. 

Tak hanya guru yang bisa menilai siswanya. Siswa juga menilai bahkan meniru gurunya. -Wawa

Terimakasih sudah membaca 😊

Bagaimana denganmu? Pernahkah kamu merasa bahwa ada tindakan guru yang tidak seharusnya ia lakukan? Punya pengalaman menarik saat jadi pelajar? Yuk, share di kolom komentar.

Iklan