Di awal tahun 2017, aku punya satu resolusi terkait membeli buku. Menyisihkan uang untuk membeli minimal satu buku dan maksimal total belanja buku seharga Rp. 150.000 per bulannya.

5 bulan awal (Januari-Mei), aku melaksanakannya. Aku membuat catatannya di blog bukuku, nurwahidahramadhani.wordpress.com. Aku tuliskan alasan mengapa aku membeli buku-buku tersebut. 

Namun, sejak Juni, aku tidak membeli buku lagi. Berhenti sejenak. Masih banyak buku yang belum dibaca. Ditambah lagi adanya aplikasi perpustakaan digital iJakarta dan iPusnas

Dua aplikasi itu merupakan angin segar bagiku. Ada ratusan buku yang sudah diterbitkan secara cetak dari berbagai penerbit seperti Gramedia, Mizan, Grasindo, dsb. Aku bisa meminjamnya selama beberapa hari dalam bentuk ebook. Masalah buku yang “mahal” sedikitnya teratasi dengan adanya aplikasi ini. 

Aku sendiri sering mengeksplor koleksi-koleksi di rak psikologi, anak dan kesehatan. Aku menemukan banyak judul-judul buku yang menarik minat seperti disleksia, diskalkulia, autis, penilaian dalam pembelajaran, coperative learning, buku-buku agama, dsb. 

Aku juga bisa membaca novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan karya Paulo Coelho. Aku berkenalan dengan karya Prisca Primasari yang sangat kusukai gaya bahasanya. 

Ahhh.. Senangnya..

Namun, ada juga kesedihan yang kurasa. 

Rasa-rasanya kemampuan bacaku stagnan. 

Maksudnya, dengan buku sebanyak itu (baik koleksi cetak dan ebook dari aplikasi), aku baru membaca hingga selesai terbilang sedikit sekali. 

Target tahun ini 50 buku. Yang baru selesai kubaca sekitar 30. Namun yang baru kuresensi hanya satu. Hahahaha.

MIRIS SEKALI!

Aku tetap membaca buku setiap hari. Namun halamannya berkurang drastis. Dulu, satu novel bisa diselesaikan satu hari. Sekarang, hasrat membaca novelpun hampir lenyap. Sedangkan buku non-fiksi, paling hanya satu dua bab per hari. Lucunya, aku membaca satu bab buku A, lalu satu bab buku B, satu bab buku C. Besoknya buku-buku yang lain. Alhasil buku-buku itu nggak selesai dibaca. 

Padahal materi-materi yang disampaikan dalam buku sangat penting dan menarik perhatianku. Aku merasa kesal jika tidak membacanya, namun aku juga kesulitan untuk menjaga konsentrasi dalam membacanya. 

Ada apa denganku? 

#

Ahh, daripada berlarut dalam pertanyaan-pertanyaan galau seperti itu. Aku putuskan saja.

Aku harus tetap membaca per hari. Sesedikit apapun itu. Jika bepergian, bawa satu buku cetak kecil. Siapkan buku yang menarik di rak iJakarta dan iPusnas. Kurangi membuka chat. Blog bukuku tercinta merindukan makanannya. 

Iklan