Hai pembaca tercinta. 😊

Topik BC ke-69 datang dari Robby.

Ceritakan tentang perpisahan (pengalaman, opini, cerpen, dsb).

Nah, beberapa teman BC yang lain sudah membahas tentang apa itu perpisahan, makna perpisahan bagi mereka, dan sebagainya.

Perpisahan punya dua arti menurut KBBI: 1. Perceraian, 2. Hal berpisah.

Aku sendiri mengambil poin nomor 2, lebih spesifiknya: putus. 😁

Hahahaha.

Yaps, seperti judul posting-an di atas, aku akan membahas tentang 5 alasan yang bisa digunakan untuk putus dari pasangan (yang pacaran) karena pacaran adalah putus yang tertunda (kecuali benar-benar memutuskan untuk menikah). Wkwkwk.

Langsung saja ya, ini 5 alasan yang biasa dipakai untuk memutuskan pasangan:

1. Aku sudah enggak cinta lagi.

Bayangkan kamu dan dia duduk berdua dengan suasana serius. Lalu, dia mengatakan, “Entah bagaimana, aku sudah enggak cinta lagi. Kita putus saja, ya.”

Kalau dia sudah enggak cinta lagi denganmu, lantas memutuskan untuk pergi dari hidupmu dan membuang semua kenangan kalian seolah itu semua tak berarti, apa kamu tetap ingin mempertahankan orang yang menyerah padamu tersebut?

2. Kamu terlalu baik buatku.

Percaya atau tidak, ini alasan paling sering diutarakan saat putus. Klise banget, tapi ya, namanya juga alasan. 😁

Sejujurnya, apa yang salah dengan menjadi orang baik? Kenapa ketika seorang kekasih terlalu baik, malah diputuskan?

Masalahnya, bukannya mempertahankan pasangan yang baik, dia justru menyerah untuk menjadi pasangan yang sama baiknya denganmu.

3. Sebenarnya, aku anggap kamu sahabat.

Nah, ada juga kejadian seperti ini. Entah bagaimana kalian dekat, terus jadian (atau terlihat seperti ada hubungan lebih dari sekadar teman). Rupanya, setelah dijalani, dia merasa kamu itu lebih cocok jadi teman/sahabatnya saja.

Memang ada kasus keliru seperti itu, misalnya saat seseorang ingin move on dengan menerima pernyataan cinta dari orang lain. Atau, dia memang tidak bisa sendirian, harus ada satu orang spesial dengannya walaupun dia enggak punya perasaan lebih.

Coba bayangkan, kamu benar-benar sayang padanya, tapi dia enggak punya rasa yang sama denganmu, apa kamu akan memaksakan keinginanmu dan membuatnya tak nyaman?

4. Ternyata kita enggak cocok satu sama lain.

Kamu jatuh hati pada seseorang. PDKT, nembak, terus jadian. Manis.

Setelah beberapa saat, barulah muncul percekcokan karena ternyata banyak sekali perbedaan antara kalian, mulai dari prinsip, cara berpikir, harapan, dan sebagainya.

Perihal cocok dan tidak cocok memang sering diketahui setelah berhubungan lebih lama. Ya, kalau sudah tidak bisa saling menerima, mau gimana lagi?

5. Kamu enggak membawa hubungan ini ke mana-mana.

Kamu sudah bersamanya sekian tahun. Namun, kalian tidak pernah membahas tentang impian-impian bersama di masa depan dan pernikahan.

Ketika pasanganmu minta putus karena hal ini, kamu masih bisa mempertahankannya jika kamu benar-benar serius padanya.

Yak, itulah 5 alasan putus yang bisa kukumpulkan di posting-an kali ini.

Kamu punya alasan lain? Bisa diceritakan di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca. 😊