Cari

DEARLANGIT

Let's Learn Together!

Kategori

Cerpen

Cerita pendek karyaku

Menguping

Ada jeda 2 jam sebelum kelas selanjutnya dimulai. Aku bosan. Kulihat Nana sedang membaca buku di belakangku. Aku meraih headset dari dalam tas dan berniat untuk mendengarkan lagu saat aku menyadari Rendra melewati bangkuku dan duduk di samping Nana.  "Naa.."... Continue Reading →

Anak Perempuan Itu Bertanya Padaku…

Siang tadi, saat aku baru saja hendak memasang headset di telinga untuk mendengarkan lagu demi mengiringi perjalanan Medan menuju Pangkalan Berandan, tiba-tiba seorang anak perempuan yang duduk di sampingku menawarkan roti.  Sebenarnya aku nggak begitu tertarik untuk makan roti saat... Continue Reading →

​Hal yang Dilakukan Ibuku dan Tidak Dilakukan Ibu Teman-temanku

Aku sedang asyik nonton film di laptop bersama Kiran ketika ibu memanggil kami untuk makan malam. "Iya buu, bentar lagi." Aku kembali melanjutkan film tersebut.  20 menit kemudian, suara ibu terdengar lagi. "Iya buu, bentar lagi." "Ayo turun dulu, Na."... Continue Reading →

Air Akar

Salah satu cerpen favoritku

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 17 Maret 2013)

 

LANGIT menggelegar, terus menggelegar, seolah seorang raksasa tengah muntab karena sarapan tak kunjung tiba. Rupanya, raksasa itu sudah lapar benar, hingga tak cukup baginya hanya meraung. Ususnya sudah melilit, perutnya sakit tak kepalang. Ia akhirnya menangis, menangis sejadi-jadinya. Jarum-jarum bening bagai berebutan menciumi pucuk-pucuk karet, seolah tahu benar betapa pohon-pohon tua itu meranggas karena kemarau yang memamah beberapa purnama. Daun-daun kering yang menyelimuti hamparan tanah di bawah payungan kanopi karet, kini lindap, basah, lembab, lalu mempersilakan cacing, kalajengking, dan pacat menggeliat, mencari makan ke sana-ke mari. Tak lama, raksasa itu lelah juga. Wajah langit kembali merona biru laut. Di salah satu lembah, dekat Sungai Lubukumbuk, bianglala melengkungkan cahaya tujuh warna. Memang, sebagaimana di kampung lain, penduduk Kampung Nulang yang sebagian besar menyadap karet itu juga percaya bahwa beberapa bidadari kerap singgah di kampung mereka, di lembah yang sejuk oleh…

Lihat pos aslinya 2.117 kata lagi

Kelas Bahasa yang Tak Terlupakan 

Hari ini adalah hari kelima sejak aku masuk SMA. Tidak ada hal yang menarik, tapi belum membosankan.  Katanya, masa SMA itu masa paling indah. Benarkah?  Hmm, aku belum bisa berkata apa-apa karena aku belum punya banyak pengalaman.  Bel pergantian pelajaran... Continue Reading →

Kenapa Kita Berpisah?

Terkadang pertanyaan ini muncul ketika memikirkan tentang hubungan antara aku dan kamu.  Kenapa kita berpisah?  Kadang aku merasa lucu dengan pertanyaan ini.  Bukankah tidak ada satupun yang abadi di dunia ini?  Kenapa kita bertemu hanya untuk berpisah? Kenapa kamu bisa... Continue Reading →

Kamvret Momen Itu..

Sekitar pukul sembilan malam, aku, Fida dan Luna kembali ke kamar masing-masing.  Aku langsung menghidupkan dispenser untuk membuat air panas. Sambil menunggu, aku membuka Instagram, melihat Story orang-orang yang ku-follow.  Tak lama, lampu kecil berwarna merah berganti warna kuning menandakan... Continue Reading →

Pada Suatu Pagi, Saat Makan Buah

Sabtu pagi, sekitar pukul 8, pintu kamar Laila diketuk oleh Luna. "Laaa, udah bangun? Sarapan bareng yuk di teras." "Ntar lagi lah. Masih ngantuk banget ini." "Yaudah, 10 menit lagi ya. Buahnya apel lho. Ntar kami habiskan kalo kamu nggak... Continue Reading →

Surat untuk Ayah (2): Kelebihan Ayah dan Ibu

Ayah.. Hari ini hari pertama aku resmi jadi siswa SMA.. Jadwal mata pelajaran belum disusun dengan rapi sehingga kepala sekolah meminta wali kelas masuk ke kelas selama beberapa jam sebelum kakak kelas mempromosikan ekstrakurikuler. Satu jam pertama, beliau bercerita tentang... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑